{"id":8348,"date":"2019-01-21T15:46:47","date_gmt":"2019-01-21T08:46:47","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=8348"},"modified":"2019-01-21T15:46:47","modified_gmt":"2019-01-21T08:46:47","slug":"radar-besuki-aksi-protes-harga-anjlok-petani-buang-buah-naga-ke-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-besuki-aksi-protes-harga-anjlok-petani-buang-buah-naga-ke-sungai\/","title":{"rendered":"RADAR BESUKI : Aksi Protes Harga Anjlok, Petani Buang Buah Naga ke Sungai"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANYUWANGI<\/strong>,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a> \u2013 Petani buah naga di Banyuwangi, Jawa Timur, meradang. Pemicunya, beberapa hari terakhir, harga komoditi ini anjlok tajam. Banyak petani kelimpungan. Memprotes merosotnya harga, sejumlah petani terpaksa membuang hasil panen ke sungai. Sebab, jika dijual harganya \u201cmenyakitkan\u201d. Selain dibuang, petani juga memberikan cuma-cuma buah naga ke warga.<\/p>\n<p><strong>Simak pula \u300b<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/capres-siapakah-prabowo-subianto\/\">CAPRES : SIAPAKAH PRABOWO SUBIANTO ?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Harga buah naga di tingkat petani hanya berkisar Rp 1500 hingga Rp 2000 per kilogram. Harga ini jauh dari sebelumnya yang mencapai Rp 6000 hingga Rp 7000 per kilogram. \u201c Harga ini sangat menyakitkan. Daripada tidak laku, buah naga saya buang ke sungai. Kalaupun dijual, hasilnya tak mampu mengembalikan modal,\u201d keluh Hari Candra Setyawan (29), salah satu petani buah naga di Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Senin (21\/1).<\/p>\n<p>Pemuda ini menambahkan, aksi membuang buah naga ini yang kedua kalinya dilakukan. Sebab, saat panen perdana beberapa hari lalu, harga buah naga sudah anjlok. \u201c Sekarang kita buang 1 kwintal, kemarin 2 kwintal kita buang. Harganya benar-benar murah,\u201d keluhnya lagi.<\/p>\n<p>Pihaknya tak mengetahui pemicu anjloknya buah naga tersebut. Padahal, biaya tanam cukup mahal. Menurutnya, anjloknya harga ini selalu terjadi ketika musim panen raya. Kebetulan, bulan ini memasuki musim panen raya.<\/p>\n<div>\n<div><strong><span class=\"ctaText\">Baca juga \u300b<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-jp-prabowo-didukung-purnawirawan-polri-diseluruh-indonesia\/\">RADAR JP : Prabowo Didukung Purnawirawan Polri diseluruh Indonesia<\/a><\/span><\/strong><\/div>\n<\/div>\n<p>Ketika petani di Pesanggaran membuang hasil panen, lain halnya petani buah naga di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Petani setempat justru enggan memanen buah naga. Sebaliknya, mereka membiarkan buah naga, mempersilahkan warga memanen secara gratis. \u201c Biaya panen juga mahal. Kami persilahkan warga yang mau ambil buah naga,\u201d kata Ukri, petani buah naga.<\/p>\n<p>Pria ini mengaku, akibat anjloknya harga, tidak ada pengepul buah yang datang. Sehingga, jika dipanen, pihaknya kebingungan menjual. Apalagi, ongkos petik juga lumayan mahal. \u201c Ongkos petik bisa Rp 75.000 per kilogram, butuh tiga orang untuk petik,\u201d keluhnya.<\/p>\n<p>Jika terpaksa dipetik, pihaknya pasti mengalami kerugian. Menurut Ukri, anjloknya harga ini sudah terjadi hampir dua minggu. Padahal, saat ini sedang musim panen raya. Hasil panen juga melimpah. Kualitasnya bagus. Pihaknya berharap, harga buah naga bisa kembali normal. Harga bisa dirasakan petani jika minimal Rp 6500 per kilogram. \u201c Kalau sudah di bawah Rp 6500, petani pasti merugi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><strong>Budi wiryanto<\/strong><\/p>\n<div class=\"td-a-rec td-a-rec-id-content_inline_mob \"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI,\u00a0Jawara Post \u2013 Petani buah naga di Banyuwangi, Jawa Timur, meradang. Pemicunya, beberapa hari terakhir, harga komoditi ini anjlok tajam. Banyak petani kelimpungan. Memprotes merosotnya harga, sejumlah petani terpaksa membuang hasil panen ke sungai. Sebab, jika dijual harganya \u201cmenyakitkan\u201d. Selain dibuang, petani juga memberikan cuma-cuma buah naga ke warga. Simak pula \u300bCAPRES : SIAPAKAH PRABOWO [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8349,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8350,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348\/revisions\/8350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}