{"id":8356,"date":"2019-01-21T15:57:26","date_gmt":"2019-01-21T08:57:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=8356"},"modified":"2019-01-21T15:57:26","modified_gmt":"2019-01-21T08:57:26","slug":"radar-papua-penjual-kelinci-di-kota-beromset-jutaan-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-papua-penjual-kelinci-di-kota-beromset-jutaan-rupiah\/","title":{"rendered":"RADAR  PAPUA : Penjual Kelinci di Kota Beromset Jutaan Rupiah"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAYAPURA<\/strong>,\u00a0\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a><strong>\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Berawal dari kecintaan kepada hewan kelinci, akhirnya Adit menjadikannya sebagai peluang usaha. Sudah delapan tahun Adit menjual dan beternak kelinci di Kota Jayapura, Papua.<\/p>\n<p>\u201cSatu bulan bisa Rp4 juta, kalau lagi ramai bisa Rp6 juta penghasilannya,\u201d kata Adit ketika ditemui KabarPapua.co di Jalan Raya Abepura, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin, 21 Januari 2019.<\/p>\n<p>Awalnya Adit membeli 50 ekor kelinci dengan harga Rp4 juta, yang didatangkan dari Jawa. Seiring waktu, kelinci itu bertambah hingga bisa memenuhi kebutuhannya dan keluarganya sehari-hari.<\/p>\n<p>Setiap hari, Adit bertolak dari rumahnya setiap jam 9 pagi menggunakan sepeda motor. Kelinci tersebut disimpan dalam sebuah kotak besi khusus berisikan dua ekor kelinci usia satu hingga dua bulan.<\/p>\n<div>\n<div class=\"centered-text-area\">\n<div class=\"centered-text\">\n<div class=\"ud1589ba4480fab2cae4886756c1e4117-content\"><strong><span class=\"ctaText\">Baca Juga \u300b<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-papua-gurihnya-nasi-bambu-khas-jeneponto-di-kota-jayapura\/\">RADAR PAPUA : Gurihnya Nasi Bambu Khas Jeneponto di Kota Jayapura<\/a><\/span><\/strong><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>\u201cSatu pasang (laki-laki dan perempuan) saya jual Rp300 ribu hingga Rp325 ribu. Peminat kelinci di Kota Jayapura masih banyak. Saya jual kelinci hias dari kelinci lokal,\u201d tutur Adit yang sebelunya berjualan pakaian.<\/p>\n<p>Adit mengaku tidak mendapatkan kendala saat memulai usahanya tersebut, baik dari sisi modal, perawatan maupun kebutuhan pakan untuk memberi makan 15 jenis kelinci yang dijualnya.<\/p>\n<p>\u201cKalau 2010 masih bisa jual <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">kelinci<\/a> satu pasang Rp150 ribu. Sekarang sudah tidak bisa karena kebutuhan serba mahal. Belum lagi sebagian kelinci yang saja jual didatangkan dari Jawa, ongkos kirim mahal,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<div>\n<div class=\"centered-text-area\">\n<div class=\"centered-text\">\n<div class=\"u0ad4ffc50c87697ed47c99b564fcbd0a-content\"><strong><span class=\"ctaText\">Baca Juga \u300b<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-papua-sosok-lekagak-telenggen-paling-ditakuti\/\">RADAR PAPUA : Sosok Lekagak Telenggen Paling Ditakuti<\/a><\/span><\/strong><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"ctaButton\">Selain jual dn ternak kelinci, Adit juga berternak hamster untuk menambah penghasilannya, mengingat masih jarang dijumpai penjual kelinci dan hamster di Kota Jayapura.<\/div>\n<\/div>\n<p>\u201cDi Wamena, Kabaupaten Jayawijaya juga ada, tapi kelinci daging dan itu harganya sangat mahal. Satu ekor dijual Rp800 ribu hingga Rp1 juta. Kelinci dan hamster yang saya jual ini sudah murah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><strong>Ramah<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA,\u00a0\u00a0Jawara Post\u00a0\u2013\u00a0Berawal dari kecintaan kepada hewan kelinci, akhirnya Adit menjadikannya sebagai peluang usaha. Sudah delapan tahun Adit menjual dan beternak kelinci di Kota Jayapura, Papua. \u201cSatu bulan bisa Rp4 juta, kalau lagi ramai bisa Rp6 juta penghasilannya,\u201d kata Adit ketika ditemui KabarPapua.co di Jalan Raya Abepura, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin, 21 Januari 2019. Awalnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,302],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8356"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8358,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8356\/revisions\/8358"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}