{"id":8692,"date":"2019-01-31T21:20:47","date_gmt":"2019-01-31T14:20:47","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=8692"},"modified":"2019-01-31T21:20:47","modified_gmt":"2019-01-31T14:20:47","slug":"radar-besuki-perajin-lampion-bambu-di-gintangan-banjir-pesanan-jelang-perayaan-imlek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-besuki-perajin-lampion-bambu-di-gintangan-banjir-pesanan-jelang-perayaan-imlek\/","title":{"rendered":"RADAR BESUKI : Perajin Lampion Bambu di Gintangan Banjir Pesanan Jelang Perayaan Imlek"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANYUWANGI,\u00a0 <a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>\u2013<\/strong> Menjelang perayaan tahun baru Imlek, perajin lampion di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, kebanjiran pesanan.<\/p>\n<p>Pemilik industri rumahan anyaman bambu, Bayu Wilie Pratama (33) mengatakan, menjelang perayaan Imlek pesanan lampion meningkat hingga dua kali lipat. Pada bulan-bulan biasa, pesanan lampion yang diterimanya berkisar antara 30 hingga 50 buah per bulan. Melayani rumah makan dan restoran sebagai pendukung interior atau eksterior.<\/p>\n<p>\u201cPer bulan antara 30 sampai 50 buah, sekarang sampai 100. Dipesan untuk di Klenteng. Kalau di bulan biasa digunakan di warung-warung untuk eksterior atau interior,\u201d kata Bayu Willie Pratama, Kamis (31\/1\/2019).<\/p>\n<div>\n<div class=\"g g-5\">\n<div class=\"g-single a-20\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Adapun pemesan lampion itu, jelas Bayu, biasanya melalui seorang perantara yang dipasarkan ke klenteng-klenteng di Sidoarjo. Selain itu, tidak sedikit pelanggan datang langsung ke toko kerajinan miliknya.<\/p>\n<p>\u201cSaya jualnya dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 75 ribu yang bentuk bola, melihat ukuran besar-kecilnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara untuk pesanan keranjang buah dan tempat kue, justru mengalami penurunan menjelang Hari Raya Imlek. Dimana keranjang atau tempat kue dijualnya ke wilayah Malang, Surabaya dan kota-kota lainnya di Jawa Timur.<\/p>\n<p>\u201cKalau untungnya sendiri per bulan bisa Rp 20 sampai Rp 40 juta. Tapi itu dari seluruh kerajinan bambu yang kami buat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Salah seorang pegawainya, Slamet Raharjo (21) mengatakan lampion berbahan bambu yang diproduksinya ada 2 jenis, yakni berbentuk bola dan tabung.<\/p>\n<p>Untuk lampion bentuk tabung mengandalkan anyaman bambu bermotif Moto Puru, tampak tebal, kaku, dan kokoh. Sedang lampion bentuk bola bermotif Truntum yang memiliki 6 sisi. Konturnya cenderung tipis dan lentur, hingga serupa bola.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya butuh waktu 3 hari untuk membuat 10 lampion. Yang lama saat memasang rotan penutup sambungan 6 bagian itu,\u201d kata Slamet.<\/p>\n<p>Slamet menambahkan, untuk lampion tabung per buah dihargainya Rp 20 ribu. Tapi, biasanya dijual dalam satu set, berisi 4 buah, kecil sampai besar.<\/p>\n<p>\u201cFenomena ini menunjukkan memang ada kenaikan pesanan,\u201d kata Untung, pegawai lainnya.<\/p>\n<p><strong>Joko\/dony<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI,\u00a0 Jawara Post\u2013 Menjelang perayaan tahun baru Imlek, perajin lampion di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, kebanjiran pesanan. Pemilik industri rumahan anyaman bambu, Bayu Wilie Pratama (33) mengatakan, menjelang perayaan Imlek pesanan lampion meningkat hingga dua kali lipat. Pada bulan-bulan biasa, pesanan lampion yang diterimanya berkisar antara 30 hingga 50 buah per bulan. Melayani [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8693,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8692"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8694,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions\/8694"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}