{"id":8909,"date":"2019-02-07T12:52:46","date_gmt":"2019-02-07T05:52:46","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/?p=8909"},"modified":"2019-02-07T12:52:46","modified_gmt":"2019-02-07T05:52:46","slug":"radar-arjuno-musim-hujan-produksi-bata-merah-terganggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/radar-arjuno-musim-hujan-produksi-bata-merah-terganggu\/","title":{"rendered":"RADAR ARJUNO : Musim Hujan, Produksi Bata Merah Terganggu"},"content":{"rendered":"<div class=\"td-header-wrap td-header-style-1 \">\n<div class=\"td-header-menu-wrap-full td-container-wrap \">\n<div class=\"td-header-menu-wrap td-header-gradient td-affix\">\n<div class=\"td-container td-header-row td-header-main-menu\">\n<div id=\"td-header-menu\" role=\"navigation\">\n<div class=\"td-main-menu-logo td-logo-in-header td-logo-sticky\"><strong>PROBOLINGGO,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a><\/strong>\u2013 Musim penghujan menjadi momok tersendiri bagi pengrajin bata merah di Kabupaten Probolinggo. Proses produksi memakan waktu lebih lama. Sementara harganya tergerus karena sepi order.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"td-main-content-wrap td-container-wrap\">\n<div class=\"td-container td-post-template-default \">\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span8 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<article id=\"post-90082\" class=\"post-90082 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-ekonomi-bisnis category-update tag-bangunan tag-bata-merah tag-berita-probolinggo tag-bisnis tag-news-ticker tag-pengusaha tag-probolinggo-hari-ini\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p>Petaka itu, seperti yang dirasakan oleh pengrajin bata merah di Desa Rondo Kuning, Kecamatan Kraksaan. Dimana sejak 2 bulan terakhir, yakni sejak Desember 2018 lalu, proses produksinya tersendat. Sebab, terkendala cuaca yang sering mendung bahjan hujan deras.<\/p>\n<p>Semula, proses pengeringan bata merah hanya memerlukan penjemuran 3-4 hari saja. Namun, di musim penghujan setidaknya membutuhkan waktu 2 minggu.<\/p>\n<p>\u201cSebab kami mengandalkan sinar matahari sebagai sumber panas agar bata yang kami produksi kering. Kalau tidak kering, nanti kualitasnya jelek,\u201d tutur salah satu perajin bata merah Asy\u2019ari (63), Kamis (7\/2\/2019).<\/p>\n<p>Ia menuturkan biasanya dalam sehari, dirinya mampu mencetak sekitar 1.000 hingga 1.500 biji bata. Proses itu, hanya pencetakan saja di hamparan. Belum proses pengeringan dan pembakaran bata mentah menjadi bata merah. Di musim penghujan ini, untuk memproduksi bata merah sebanyak 1.000 biji membutuhkan waktu 1-2 minggu.<\/p>\n<p>\u201cKarena terganggu oleh cuaca hujan yang hampri tiap hari turun,\u201d kata ayah 2 anak itu.<\/p>\n<p>Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad, perajin bata merah lainnya. Selain proses pengeringan yang terganggu, perajin juga dipusingkan dengan sepinya order. Dimana warga sangat jarang sekali memesan bata merah untuk kebutuhan pembangunan rumah atau bangunan. Sehingga penghasilan mereka juga tergerus.<\/p>\n<p>Saat ini, harga bata merah dijual seharga Rp 350 ribu per 1.000 biji. Harga itu berlaku di tempat, belum termasuk ongkos kirim.<\/p>\n<p>\u201cHarga bata tetap tidak ada perubahan meskipun datangnya musim hujan. Hanya saja, proses pembuatan bata merah agak memakan waktu. Sehingga menambah beban kerja,\u201d terang Ahmad.<\/p>\n<p>Dengan waktu produksi yang lebih lama, perajin bata merah hanya mengandalkan pembelian dari warga. Sementara, pembelian borongan dari perusahaan perumahan tidak sanggup dilayani.<\/p>\n<p><strong>cho\/saw<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PROBOLINGGO,\u00a0Jawara Post\u2013 Musim penghujan menjadi momok tersendiri bagi pengrajin bata merah di Kabupaten Probolinggo. Proses produksi memakan waktu lebih lama. Sementara harganya tergerus karena sepi order. Petaka itu, seperti yang dirasakan oleh pengrajin bata merah di Desa Rondo Kuning, Kecamatan Kraksaan. Dimana sejak 2 bulan terakhir, yakni sejak Desember 2018 lalu, proses produksinya tersendat. Sebab, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8910,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8909"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8909"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8909\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8911,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8909\/revisions\/8911"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}