{"id":997,"date":"2018-07-25T05:13:57","date_gmt":"2018-07-25T05:13:57","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jawarapost.com\/?p=997"},"modified":"2018-07-25T05:14:51","modified_gmt":"2018-07-25T05:14:51","slug":"harga-daging-ayam-meroket-berpotensi-langka-dipasaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/harga-daging-ayam-meroket-berpotensi-langka-dipasaran\/","title":{"rendered":"Harga Daging Ayam Meroket, Berpotensi Langka Dipasaran"},"content":{"rendered":"<div><strong>MALANG<\/strong>,\u00a0\u00a0<a href=\"http:\/\/www.jawarapost.com\/jawara-post\/\">Jawara Post<\/a>&#8212; Daging ayam potong mulai hilang di pasaran. Kalaupun ada harganya sangat mahal. Di Pasar Mergan, harga daging ayam potong mencapai Rp 45 ribu kilogram. Akibatnya banyak pedagang yang tidak menjual daging ayam potong segar.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>\u201cSejak kemarin harganya Rp 45 ribu per kilogram. Entahlah, kami juga tidak tahu sebab harga daging ayam potong ini mahal,\u201d kata Fino Ardiansyah pemilik kios Istana Ayam Pasar Mergan.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>Dia juga mengatakan jika harga normal daging ayam hanya Rp 29 ribu- Rp 40 ribu per kilogram. Fino menguraikan, sejak Senin (23\/7) pasokan ayam sangat jauh berkurang. Bahkan hingga kemarin, pagi sampai dengan pukul 10.00 tak ada pasokan ayam.<\/div>\n<div>\u201cTadi saya buka baru jam 11.00, setelah ada pasokan ayam. Padahal biasanya saya buka pukul 06.00,\u201d tambahnya.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>Tak adanya pasokan ayam inipun membuat sejumlah kios penjual daging ayam di pasar Mergan tutup. Bahkan kios yang di luar menurut Fino berjumlah delapan kios, namun yang buka dan menjual daging ayam hanya tiga.\u00a0\u201cKalau tidak ada ayamnya terus mau jual apa?,\u201d ungkapnya.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>Karena pasokan yang minim, serta banyak kios yang tutup membuat daging ayam potong menjadi naik. Sementara mahalnya daging ayam membuat warga pun mengeluh. Rata-rata mereka sangat kaget dengan harga tersebut. Rian salah satunya. Warga Tidar ini mengaku sangat kaget dengan harga daging ayam potong yang sangat mahal itu. \u201cEmpat hari lalu saya beli harganya hanya Rp 35 ribu. Hari ini naik jadi Rp 45 ribu. Jelas kaget, kok cepat sekali naiknya,\u201d katanya.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>Akibat kenaikan harga daging ayam yang sangat fantastis ini tak jarang pembeli kemudian balik kucing alias tak jadi membeli. Mereka memilih untuk membeli lauk lainnya.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>\u201cTadinya mau beli satu kilo, tapi karena harganya mahal saya tidak jadi beli,\u201d kata Rukmini. Sebagai warga yang sering mengkonsumsi daging ayam, Rukmini meminta pemerintah Kota Malang tak diam dengan harga daging ayam yang mahal. \u201cKalau terus-terusan naik kan kami warga tidak bisa mengkonsumsi,\u201d katanya.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>Kelangkaan daging ayam juga dirasakan pemilik warung Isor Wit Jalan Gajahmada, Hari Purnomo. Dia yang selalu menyediakan lauk ayam dalam menu makanannya mengaku kesulitan mencari daging ayam kemarin. Kalaupun ada harganya pun sangat mahal.<\/div>\n<div>\u201cPagi tadi cari ke Pasar Gadang. Di kios langganan harga daging ayamnya Rp 43 ribu. Di Pasar Kebalen juga demikian, harga daging ayam perkilo Rp 45 ribu,\u201d katanya.<\/div>\n<div>.<\/div>\n<div>Tapi karena butuh, Hari pun tetap membeli. Dan menu ayam pun tetap dijual di warungnya. \u201cSementara kami tidak menaikkan harga, meskipun lauk ayam,\u201d katanya. Hari mengaku tak tahu menahu sebab mahalnya daging ayam. Dia hanya berharap persoalan daging ayam ini cepat selesai, dan harganya kembali normal, yaitu Rp 29 ribu -Rp 30 ribu per kilogram,\u201d tandasnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>@ira<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG,\u00a0\u00a0Jawara Post&#8212; Daging ayam potong mulai hilang di pasaran. Kalaupun ada harganya sangat mahal. Di Pasar Mergan, harga daging ayam potong mencapai Rp 45 ribu kilogram. Akibatnya banyak pedagang yang tidak menjual daging ayam potong segar. . \u201cSejak kemarin harganya Rp 45 ribu per kilogram. Entahlah, kami juga tidak tahu sebab harga daging ayam potong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":998,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[61],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=997"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1000,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions\/1000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jawarapost.com\/terkini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}