RADAR SULAWESI : Diduga Salah Paham, Warga Bone ‘Diparang’ Hingga Berdarah darah

BONE, Jawara Post—Hanya berselang beberapa jam saja setelah penikaman yang berujung maut di lamuru perbatasan Bone Soppeng, Minggu (13/01/2019) pukul 21.00 Wita, yang menyebabkan korban bernama Sunra (32) tewas saat menuju rumah sakit dikabupaten Soppeng, terjadi lagi kejadian serupa ditempat berbeda.

Kali ini terjadi di Dusun Welalangnge, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan polisi NO. LP / 30 / I / 2019 / SPKT / RESBONE, pada hari Senin (14/01/2019), sekira pukul 01.30 Wita, terjadi penganiayaan berat di Welalange. Korbannya diketahui beranama Rano Nur Bin Nurdin (35), pekerjaan Honorer Dinas Perhubungan, Kabupaten Bone, Sulsel.

Pria yang tercatat beralamat di BTN Bone Wood Gardenia (BTN 1000) Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone, ini mengalami luka serius akibat senjata tajam (sajam). “Dugaan kuat korban dan pelaku sempat selisih paham, hingga pelaku menyabetkan parang ketubuh korban,” kata Muhtar bin Nurdin, saudaranya korban.

Pantauan dilapangan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek terbuka pada betis bagian kiri dan luka terbuka pada lengan tangan kanan. Korban langsung dilarikan kerumah sakit dan telah ditangani tim medis. Sementara, keluarga korban tidak terima dan mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap apa motif penganiayaan ini.

“Kami berharap polisi dan Tim Buser dapat segera mengungkap peristiwa berdarah ini. Kami yakin Polisi telah mengantongi identitas pelakunya. Keluarga juga ingin tahu, apa motif dari penganiayaan berat dan nyaris merenggut nyawa korban ini,” kata salah seorang kerabat korban.

Ani/redaksi



Menyingkap Tabir Menguak Fakta