SITUBONDO : Kemensos Ancam PECAT Pendamping PKH yang Jadi Timses

Menteri Sosial Idrus Marham menegaskan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), jika ikut tim sukses akan langsung dipecat. “Jika terbukti ikut tim sukses akan kita ambil langkah tegas dengan langsung melakukan pemecatan,” ucapnya, di Bandar Lampung, Senin (14/5) dilansir koran jakarta

JAWA TIMUR, Belakangan ini, aktivis pergerakan anti korupsi yang pro rakyat didalam lembaga swadaya masyarakat, mulai meneriakkan gaungan lawan KKN. Bahkan, sejumlah pendamping PKH yang kedapatan berprofesi ganda dengan nyambi sebagai anggota Tim Sukses (Timses) dalam p3milu 17 April 2019, dibongkar. Mereka juga terancam dipecat setelah data temuan berada di meja Kemensos.

Eko Febrianto, Ketum LSM Siti Jenar di Situbondo menegaskan bahwa upaya lembaganya dalam memberantas oknum – oknum petugas maupun pejabat pemerintah yang menyimpang, tidak main – main. “Kami pastikan, hasil investigasi dalam minggu terahir ini akan saya perjelas endingnya,” ucapnya, Minggu (24/03/2019).

Bukti keseriusan LSM Siti Jenar (Mibggu 24.3.19)

Menurutnya, sejumlah pendamping PKH yang nama dan alamat rumahnya telah teridentifikasi, perbuatannya dengan menunggangi realisasi program Kemensos, sudah terinventarisir. Mereka akan menuai perbuatannya yang nyambi timses dalam pemilu 2019 kali ini. “Semua data telah kami anggap lengkap, berikut oknum celeg siapa saja yang jadi ownernya,” tegas Eko F.

Dalam beberan secuil data temuannya, putra kelahiran Besuki ini mengatakan bahwa para pendamping dimaksud memanfaatkan program keluarga harapan (PKH) untuk mensukseskan caleg dalam pemilu 2019, serta membangun culture seorang calon dalam pilkada Situbondo nantinya. “Ini sangat jelas, LSM Siti Jenar telah menemukan benang merahnya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam pertengahan bulan Maret 2019 ini, Eko Febrianto berhasil menyingkap tabir dugaan kampanye terselubung dalam realisasi PKH. Oknum caleg yang dengan jelas berada di APK berupa setiker, terkuak. Pasalnya, para pendamping dimaksud dengan jelas mengintervensi penerima manfaat PKH, bahkan sebagian ada yang mengancam akan cabut haknya si penerima.

Itu dialakukan (intervensi dan ancaman) demi susksesnya oknum Caleg DPR RI dan DPRD Provensi dari Parpol PKB bernomor urut 4. Sistem yang dibangun para p3ndamping PKH sangat rapi dengan titik kordiner adalah kordinator kabupaten (korkab) Situbondo atas nama inisial AC yang juga sebagai wakil ketua PKB dilantik tahun lalu.

Dilain sisi, para pendamping masing – masing NH (Banyuputih), AL (Desa Duwet), AC -korkab PKH di Situbondo dan Nd (Korkab), juga membangun culture power sistem menuju pilkada yang akan datang di Situbondo. Kabarnya, calon yang digadang – gadang adalah mantan Sekda yang juga kepala dinas (Kadis) di kota tape Bondowoso.

Sontak saja, ulah para oknum pendamping PKH ini jadi trending topik pembicaraan, baik dilingkungan Legeslator Situbondo, maupun APH dan Eksekutif di Kota Santri ini. Lantaran tidak ingin dianggap bikin gaduh menjelang pemilu 2019, semua dugaan, semua temuan, serta semua bukti – bukti (Perkemensos RI No.249/LJS/BLTB/07/2014), segera dimeja pak Mentri.

Udin st1



Menyingkap Tabir Menguak Fakta