PROBOLINGGO, Jawara Post – Semangat pembinaan dan peningkatan prestasi pencak silat terus digaungkan oleh Kelatnas Perisai Diri Kabupaten Probolinggo. Melalui Sosialisasi Peraturan Pertandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tahun 2026 dan Pelatihan Pelatih, para pembina dan pelatih dipersiapkan menghadapi wajah baru kompetisi pencak silat yang lebih dinamis, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Islam Terpadu Permata, Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tersebut diikuti perwakilan pelatih dari berbagai daerah, mulai Kota dan Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, Kabupaten Lumajang hingga Kabupaten Jember.
Hadir dalam kegiatan itu Koordinator Wilayah 5 Pasuruan–Probolinggo, Sucipto. Sementara materi disampaikan oleh jajaran Pengurus Perisai Diri Provinsi Jawa Timur, yakni Dian Meirina dari Lembaga Wasit Juri Pengprov IPSI Jawa Timur yang juga menyandang sertifikasi wasit juri internasional, serta Ir. Karyono, Wakil Ketua V Pengprov IPSI Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua Bidang Teknik Kelatnas Perisai Diri Jawa Timur.
Anggota Presidium Dewan Pendidikan sekaligus Pengurus Dewan Pendekar Kelatnas Perisai Diri, Prima Luryanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perisai Diri Pusat yang berfokus pada peningkatan kualitas pembinaan atlet.
“Hari ini kegiatannya adalah sosialisasi peraturan pertandingan IPSI tahun 2026, yaitu peraturan terbaru yang harus dipahami oleh para pelatih. Dengan memahami aturan baru, mereka dapat mempersiapkan atletnya dengan lebih baik. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan kepelatihan terkait teknik-teknik yang digunakan dalam pertandingan,” ujar Prima.
Menurutnya, sosialisasi serupa akan terus digelar di berbagai daerah sebagai langkah strategis menghadapi sejumlah agenda kompetisi yang sudah menanti di depan mata, salah satunya Turnamen Piala Gubernur IPSI.
Peraturan IPSI Tahun 2026 sendiri akan diterapkan pada seluruh jenjang pertandingan, mulai tingkat regional, provinsi, nasional hingga internasional. Pemberlakuan regulasi tersebut sejalan dengan perkembangan Kelatnas Perisai Diri yang kini tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga telah hadir di sejumlah negara seperti Australia dan Jepang.
Di tingkat regional, aturan baru itu telah diuji coba dan resmi diterapkan dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IPSI Jawa Timur yang berlangsung di GOR Pancasila beberapa waktu lalu.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan deretan bendera Kelatnas Perisai Diri Indonesia Kabupaten Probolinggo yang berkibar sepanjang jalan menuju lokasi acara. Kibarannya seakan menjadi simbol semangat para pesilat untuk terus beradaptasi dan melangkah mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi ruh pencak silat Indonesia.
Sementara itu, Dewan Penasehat Kelatnas Perisai Diri Kabupaten Probolinggo yang juga anggota wasit juri internasional, Nanang Haryadi, S.H., menilai regulasi terbaru membawa tantangan sekaligus daya tarik baru dalam pertandingan pencak silat.
“Peraturan sekarang jauh lebih menarik dibanding sebelumnya. Atlet dituntut tampil lebih agresif dan benar-benar aktif bertarung (fight).
Visualisasi gerakan juga menjadi lebih indah untuk disaksikan. Namun di sisi lain, jenis pelanggaran yang diatur juga semakin banyak dan lebih ketat,” jelas Nanang.
Dengan lahirnya regulasi baru tersebut, para pelatih diharapkan tidak hanya memahami perubahan aturan, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam pola latihan yang efektif. Sebab, di balik setiap kemenangan atlet di arena pertandingan, selalu ada peran pelatih yang membentuk strategi, karakter, dan kesiapan mental para pesilat sejak jauh hari. (Fik)
















