SEMARANG, Jawara Post – Muak dengan lambatnya pemberantasan korupsi dan bobroknya tata kelola pemerintahan, sebuah gerakan masyarakat sipil di Kota Semarang mengambil langkah ekstrem yang memicu kontroversi publik. Mereka secara resmi mendeklarasikan kehadiran “Partai Anjing” (Antek-antek Bajingan). Bukan sebagai partai politik formal untuk pemilu, melainkan sebuah gerakan satire progresif untuk mempermalukan para koruptor secara terbuka.
Dipimpin oleh akademisi hukum Eko Haryanto, SH, gerakan ini lahir dari rasa frustrasi mendalam masyarakat terhadap metode demonstrasi konvensional yang kerap diabaikan oleh penguasa. Partai Anjing menggunakan taktik parodi tajam dan pembalikan narasi sebagai senjata baru melawan korupsi.
Filosofi Radikal di Balik Simbol “Partai Anjing” 27 Juli 2026
Tamparan Keras untuk Koruptor
Gerakan “Partai Anjing” di Semarang Pilih Satire Radikal ketimbang Turun ke Jalan !
Dalam manifesto resminya, gerakan ini sengaja menggunakan simbol-simbol provokatif untuk menyentuh sanksi sosial masyarakat:
Logo Anjing: Simbol keserakahan tanpa batas yang melahap hak-hak rakyat sampai habis.
Simbol Lingkaran: Menyindir siklus laten korupsi yang terus berputar dari rezim ke rezim tanpa pernah tuntas.
Jargon Satire: Sengaja menggaungkan narasi ekstrem seperti “melegalisasi korupsi” demi menampar kesadaran publik tentang betapa mengerikannya dampak korupsi jika dibiarkan legal di negeri ini.
Program Kerja Pertama: Membuka Pendaftaran “Perusak Bangsa”
Sebagai sindiran terbuka bagi oligarki dan perusak lingkungan, Partai Anjing membuka pendaftaran terbuka bagi siapa saja yang merasa menjadi bagian dari perusak masa depan bangsa untuk bergabung. Langkah parodi ini dirancang sebagai pukulan telak bagi moralitas pejabat dan pelaku usaha hitam yang selama ini merasa kebal hukum.
“Ini adalah respons atas rasa frustrasi kami terhadap kondisi bangsa. Melalui konsep parodi ini, kami ingin masyarakat sadar betapa berbahayanya korupsi yang dibiarkan, sekaligus memaksa para pemangku kebijakan untuk bertindak lebih bersih, transparan, dan akuntabel,” tegas Eko Haryanto dalam orasi deklarasinya.
Gerakan ini berkomitmen untuk terus memperluas kampanye anti-korupsi berbasis seni satire ke seluruh penjuru Indonesia guna menciptakan efek jera sosial yang tidak bisa diberikan oleh hukum formal.
Kontak Media/Informasi Gerakan:
Tim Media Partai Anjing (Semarang













