Bandara KASA di Situbondo Telan Biaya 1,7 Triliunn

SITUBONDOJawara Post– Pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Situbondo, Jawa Timur, oleh Kementerian Pertahanan melibatkan sebanyak 250 pekerja lokal sejak Desember 2025. Proyek strategis ini menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat setempat melalui keterlibatan aktif dalam pembangunan landasan pacu.

Ade Advertino, pelaksana proyek dari PT Naurah Dinamika Nusantara, menjelaskan bahwa selain tenaga kerja, material konstruksi seperti tanah uruk dan base corse juga dipasok dari penyedia lokal. Namun, ada penolakan terhadap material base corse dari penyedia lokal karena tidak sesuai spesifikasi, yang dapat menyebabkan keretakan dan bahaya bagi keselamatan penerbangan.

Proyek ini, yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan anggaran sekitar Rp1,7 triliun, diharapkan selesai tepat waktu dengan tambahan 200-250 tenaga kerja.

Menurut Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bandara ini tidak hanya untuk kepentingan pertahanan tetapi juga multifungsi untuk penerbangan sipil dan kemanusiaan, dengan landasan pacu sepanjang 2.500 meter yang memungkinkan pendaratan pesawat berbadan besar seperti Airbus.

Sekadar informasi, bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Situbondo sedang dibangun di Desa Wringin Anom, Asembagus, sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp1,7 triliun. Berlandasan pacu 2.500 meter, bandara ini dirancang multifungsi untuk pertahanan militer, komersial, dan kebencanaan, serta mampu menampung pesawat besar seperti Airbus.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai Bandara KASA Situbondo:
Lokasi dan Nama: Terletak di kawasan Pantai Banongan, Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Nama bandara diambil dari pahlawan nasional dan ulama besar, Kiai Haji Raden As’ad Syamsul Arifin.
Fungsi Multifungsi: Meskipun diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan, bandara ini dirancang untuk penggunaan campuran: pertahanan negara, penerbangan komersial/sipil, dan kemanusiaan.

Spesifikasi: Panjang landasan pacu (runway) mencapai 2.500 meter, yang mampu melayani pesawat berbadan besar (Airbus/Boeing).
Progres: Pembangunan telah dimulai sejak Desember 2025 dengan fokus pada landasan pacu.

Dampak Lokal: Pembangunan melibatkan ratusan pekerja lokal dan menggunakan material daerah, bertujuan meningkatkan ekonomi, pariwisata, dan investasi di Situbondo.
Pembangunan ini diharapkan mempermudah konektivitas dan mendukung potensi daerah Situbondo di masa depan. (Ai/red)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *