KH Ahmad Qusyairi, Sang Sufi Ahli Ilmu Falak

KH AHMAD QUSYAIRI….beliau adalah salah satu Santri nya syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Madura:

Beliau adalah ulama besar, sufi, dan ahli ilmu falak terkemuka dari Pasuruan Jawa Timur, yang mengabdi sebagai pengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Panggungrejo.

Beliau adalah menantu KH Yasin (pengasuh awal) dan paman sekaligus mertua dari KH Abdul Hamid Pasuruan, yg dikenal produktif menulis kitab falak (Al-Jadawilul Falakiyah) dan shalawat.

Beliau Sempat menjadi buronan Jepang karena pengaruhnya yang kuat di kalangan masyarakat Islam.

Termasuk salah satu dari Karomah nya Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan kepada KH Ahmad qusyairi adalah sebagai berikut:

Kiai Achmad Qusyairi termasuk di antara santri yang juga mencari Lailatul Qadar. Tetapi beliau salah sangka. Beliau mengira, Lailatul Qadar itu benda kongkret. Malam itu beliau mencarinya ke sana kemari namun hasilnya, tentu saja, nihil. Pulang ke pesantren beliau dilanda kecapekan, lantas tertidur pulas.

Pada dini hari, Kiai Kholil berkeliling pesantren. Tujuanya, untuk mengawasi para santri. Tiba-tiba beliau melihat seberkas cahaya pada tubuh kecil seorang santri. Beliau mendekati sosok kecil itu lantas mengikat ujung sarungnya (dibikin simpul mati), sebagai tanda. Paginya, seusai salat subuh, beliau membuat pengumuman.

Kiai Kholil Bangkalan bertanya “Ayo, siapa yang di sarungnya ada tali simpul?” Tak ada santri yang menjawab. Si empunya simpul pun tak menjawab karena takut. Dia merasa bersalah karena tidur pulas tadi malam, padahal disuruh begadang.
“Kalau tak ada yang mau mengaku, ya sudah!” kata Kiai Kholil dengan nada keras.

Dengan takut-takut seorang santri yang masih kecil mengacungkan jarinya. “Saya,” katanya. Ternyata dia santri bernama Achmad Qusyairi. Marahkah Kiai Kholil, yang dikenal berperangai keras itu? Tidak. Beliau justru berkata, “Mulai sekarang para santri tak usah mengaji padaku. Cukup kepada Achmad Qusyairi. Masyaallah tabarakallah,

Semoga kita semua di akui sebagai santri, dan semoga kita tambah cinta pada Allah Rosulullah Auliya’ ulama’ dan Sholihin, amin ya rabbal alamin.



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *