Kopi ASMaRa Tayang Perdana di Kraksaan, Cerita Petani Kopi Krucil Menghangatkan Malam

PROBOLINGGO, Jawara Pos — Setelah sempat diumumkan akan tayang pada Februari 2026, film pendek “Kopi ASMaRa” akhirnya resmi diputar perdana melalui acara screening dan diskusi di Bar Kopi Linggo, Kraksaan, Minggu (1/2/2026) malam. Kegiatan ini menjadi penanda peluncuran karya perdana PNDC Production House di hadapan publik.

Acara screening berlangsung hangat dan penuh antusias. Sejumlah pelaku industri film lokal, penggiat seni teater, hingga masyarakat umum turut hadir menyaksikan film yang mengangkat kisah dari tanah, peluh, dan aroma kopi dari lereng Argopuro.

Kegiatan diawali dengan nonton bareng, kemudian dilanjutkan diskusi yang membahas proses produksi, gagasan cerita, serta pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Film “Kopi ASMaRa” disutradarai sekaligus ditulis oleh Samsul Anwar yang akrab disapa Aan. Film ini mengangkat realitas kehidupan petani kopi di wilayah Krucil, Kabupaten Probolinggo, sekaligus menggambarkan tantangan yang masih dihadapi industri kopi lokal—mulai dari persoalan produksi hingga ekosistem pemasaran yang belum sepenuhnya kuat.

Aan menyampaikan, film tersebut awalnya diproduksi untuk kebutuhan kompetisi. Namun, respons positif dari penonton pada screening perdana menjadi dorongan besar bagi tim produksi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas karya film di daerah.

“Awalnya kami menyiapkan film ini untuk kompetisi. Tapi melihat respons penonton malam ini, kami semakin termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas perfilman di Probolinggo,” ujar Aan.

Pemilihan Bar Kopi Linggo sebagai lokasi pemutaran dinilai selaras dengan tema film yang mengangkat kopi lokal. Selain menjadi ruang pemutaran, tempat tersebut juga menjadi ruang dialog, tempat ide bertemu rasa, dan karya bertemu penonton.

Founder Bar Kopi Linggo, Arief, menilai film “Kopi ASMaRa” relevan dengan kondisi industri kopi Argopuro Krucil. Menurutnya, film dapat menjadi media edukasi alternatif untuk mengenalkan potensi kopi lokal kepada masyarakat secara lebih dekat dan menyentuh.

“Potensi kopi Krucil sangat besar, tetapi belum sepenuhnya disadari. Lewat film ini, kami berharap ada perhatian lebih agar ekosistem kopi Probolinggo bisa terus tumbuh,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan penonton. Salah satunya Loren, yang menilai kualitas visual dan narasi film tersebut cukup baik serta mampu memotivasi anak muda untuk berkarya di bidang sinematografi.

Usai screening perdana, film “Kopi ASMaRa” dijadwalkan dapat diakses publik melalui kanal YouTube resmi PNDC Production House sepanjang Februari 2026. (Fik)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *