SITUBONDO, Jawara Post – Tim Innafis dan segenap Jajaran Reserse Kriminal Polres Situbondo di bantu aparat Kepolisian Sektor Besuki, masih terus mendalami dan bekerja ekstra mengungkap peristiwa tewasnya tiga orang dalam satu keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Seluruh jenazah dibawa ke RSU Abdoerohem guna di autopsi, Minggu 28 Desember 2025, siang ini.
BACA JUGA : Diduga Motif Asmara, Wanita Sintal Tewas Dikamar
Peristiwa berdarah yang sontak gemparkan warga masyarakat Besuki itu, menimpa keluarga janda anak satu yang menikah lagi dengan pria beristri asal Pulau Madura. Mereka sebelumnya hidup berkecukupan dan sang anak yang sudah gadis juga kuliah di Jember.
Suning dan anaknya Niah (18), tinggal bersama Pak Haris alias Hasyim yang sebelumnya dikenal juragan tembakau. Pernikahan siri mereka berjalan dengan baik, kehidupan nya juga perlahan mulai mapan dengan Niah lanjut ke perguruan tinggi ( kuliah).
Baca pula : Pembunuh Sutini Warga Leduk Masih Gentayangan
Setatus anak tiri nampaknya tidak ada masalah, karena mereka juga hidup berdampingan dengan Pak Suning ( kakek Niah) yang kondisinya mengalami stroke ringan. Para teranggapun salut, lantaran semakin hari kehidupan keluarga Suning semakin mapan.
Simak juga : Polisi Sedang Memburu Pembunuh Wanita Sintal
Ini juga : Mesteri Pembunuh Sutini Terkuak, Pelaku Diringkus di Jember
Namun, entah apa yang terjadi, tahun belakangan ini keharmonisan keluarga Suning kurang baik. Warga sekitar juga mengetahui bahwa belakangan banyak aset keluarga ini berpindah tangan alias dijual. “Kami tidak tahu pasti, namun tentang aset yang dijual itu benar, malah ada yang dijual rugi, ” kata seorang tetangganya.
Kekaguman wargapun mulai memudar dan berspikulasi dengan apa yang terjadi dan membuat keluarga mapan ini, mulai retak. Dugaan dan asumsi berkembang, hingga ada kecurigaan hadirnya pihak ke tiga dalam rumah tangga Suning.
Namun begitu, para tetangga tidak berani mengungkap kecurigaan nya, karena mereka sadar kalau keluarga Suning tidak bisa diganggu dengan gosip murahan. Hingga tadi malam, lingkungan Dusun Watuketu Desa Demung damai damai saja.
Baru pagi harinya, Pak Suning beranjak kerumah anaknya (Suning) untuk mengantar tempe tahu sebai lauk dan hendak menyapa Niah ( cucunya). Melihat pintu terkunci dan panggilan nya tidak direspon, akhirnya Pak Suning memaksa masuk.
Histeris, dia berteriak dan melihat darah disekitar kamar anaknya. Begitu masuk, nampaklah anak dan cucunya tergeletak bersimbah darah. Lalu, saat kekamar mandi, Hasyim ( suami Suning), juga ditemukan sudah tidak bernyawa pula.
Karuan saja, petaka dalam rumah tangga ini menggemparkan warga Desa Demung Besuki dan sekitarnya.
Malah ada video bocor ke tiktok dan langsung viral dimedia sosial. Ada tiga orang penghuni rumah, masing masing : Suning, Hasyim dan Niah (18 tahun), semua telah tak bernyawa. Kepolisian sektor Besuki beserta jajaran pemerintah Desa langsung ke TKP.
Guna mengungkap kronologinya, serta menguak tabir pemicu petaka tersebut, ketiga jenazah dibawa ke RS Abdoerohem Situbondo guna di autopsi. Sampai berita naik tayang, belum diketahui pasti penyebab yang sebenarnya.
Sekedar dugaan bahwa mereka bertengkar, lalu Hasyim kalap dan menghabisi istri dan anak tirinya, lalu kemudian ia menempuh jalan nekat dengan bunuh diri. Fakta sebenarnya, media ini sedang menunggu keterangan resmi dari Kepolisian Resort Situbondo Polda Jawa Timur. (red/gus)

















