Tragis di Kawasan Bromo Probolinggo, 10 Turis Asal Thailand Kehilangan Paspor dan Barang Berharga

PROBOLINGGO, Jawara Post – Sepuluh wisatawan asal Thailand melapor ke Polres Probolinggo setelah beberapa koper berisi barang berharga senilai sekitar Rp108.420.000 dilaporkan hilang saat mobil travel yang mereka tumpangi terparkir di kawasan Gunung Bromo, Minggu (15/2/2026).

Peristiwa itu terjadi saat rombongan tiba di area parkir sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan wisata menuju puncak Bromo untuk menikmati panorama matahari terbit. Namun, saat kembali ke kendaraan sekitar pukul 11.30 WIB untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya, beberapa koper diketahui telah hilang.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan tiba di area parkir sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan wisata menuju puncak Bromo untuk menikmati panorama matahari terbit. Namun, saat kembali ke kendaraan sekitar pukul 11.30 WIB untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya, beberapa koper diketahui telah hilang.

Dari Bromo kami kembali ke mobil sekitar pukul 11.30 WIB, dan kami dapati koper kami hilang,” ujar salah satu wisatawan, Nok, kepada awak media di Mapolres Probolinggo. Keterangan tersebut diterjemahkan dari bahasa Inggris.

Menurut Nok, rombongan sempat berupaya mencari koper di sekitar lokasi parkir, namun tidak membuahkan hasil. Ia menyebutkan, koper yang hilang berisi kamera, iPad, telepon genggam, pakaian, serta barang penting lainnya. Total kerugian diperkirakan mencapai 200.000 Baht atau setara Rp108.420.000.

Kami sudah mencarinya ke mana-mana, namun tidak kami temukan. Di koper itu ada GPS. Saat kami ikuti sinyalnya mengarah ke selokan, tapi kopernya tidak ada. Mungkin GPS-nya dibuang ke aliran air itu,” kata Nok.

BACA JUGA : Pengurus MUI Kabupaten Probolinggo 2025–2030 Resmi Dikukuhkan, Teguhkan Khidmat dan Independensi

Wisatawan lainnya, Mod, menambahkan bahwa isi koper bukan hanya barang elektronik, tetapi juga dokumen penting perjalanan. “Bukan cuma kamera atau iPhone, tapi di sana juga ada paspor kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Zai, salah satu pemilik koper. Ia berharap barang-barang tersebut dapat ditemukan. “Kami sangat bersedih. Kami tidak pernah mengira ini akan terjadi di sini. Kami harap barang-barang kami dapat ditemukan. Satu-satunya harapan kami adalah polisi,” katanya.

BACA PULA : ISABA Jum’at Legi, Merawat Niat di Halaman Pesantren Brani kulon Maron Probolinggo

Sementara itu, sopir travel yang enggan disebutkan namanya mengaku telah mengunci kendaraan seperti biasa sebelum ditinggalkan. Mobil yang digunakan adalah jenis Hiace warna putih. Ia menduga pelaku masuk melalui pintu samping kendaraan.

Kami sudah puluhan tahun bekerja. Kami sudah kunci mobil seperti biasa sebelum ditinggal. Namun setelah kembali, ternyata ada beberapa koper yang hilang. Kemungkinan ada salah satu pintu di sisi mobil yang tidak tertutup rapat sehingga memudahkan pelaku mengambil koper tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, koper diduga tidak diambil melalui pintu bagasi belakang. “Tidak dari pintu belakang mobil. Kemungkinan dari pintu samping. Mobilnya itu kalau dibuka satu maka pintu-pintu yang lain juga bisa dibuka,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, kendaraan tersebut terparkir di kawasan Ngadisari dan tidak ditemukan kerusakan fisik pada mobil. Sinyal GPS dari salah satu koper sempat terdeteksi, namun berada jauh dari lokasi wisata Bromo.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan, meski awak media telah berupaya melakukan konfirmasi.

BACA JUGA : Al-Alim Al-Allamah Syekh Ahmad Syathibi al-Qonturi Asal Cianjur

Kasus ini menjadi perhatian, mengingat kawasan Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. (Fik)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *