PROBOLINGGO, Jawara Post – Keindahan pagi di kawasan Gunung Bromo yang biasanya memikat ribuan pasang mata wisatawan, akhir pekan lalu justru menyisakan kegelisahan. Seorang wisatawan asal Thailand dilaporkan kehilangan tujuh koper saat berada di wilayah wisata yang masuk Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Peristiwa tersebut kini dalam penanganan serius aparat kepolisian. Korban telah melaporkan kejadian itu secara resmi ke Polres Probolinggo pada Minggu, 15 Februari 2026.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan kehilangan tujuh koper milik wisatawan asal Thailand. Kasus ini menjadi atensi kami karena menyangkut keamanan wisatawan mancanegara di wilayah hukum Polres Probolinggo,” ujar AKBP Latif, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, jajaran Satreskrim langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi telah dilakukan untuk menelusuri jejak peristiwa. Selain itu, sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dimintai keterangan.
“Saat ini Satreskrim masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar TKP guna mengungkap peristiwa ini secara terang dan tuntas,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Polres Probolinggo juga telah membentuk tim khusus (timsus) guna mempercepat proses pengungkapan. Langkah ini diambil demi menjaga kepercayaan wisatawan serta memastikan rasa aman tetap terjaga di salah satu destinasi unggulan Jawa Timur tersebut.
Kami berkomitmen mengungkap kejadian ini secara profesional serta memberikan rasa aman kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo,” tegas AKBP Latif.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor demi membantu proses pengungkapan kasus.
Di tengah hamparan pasir dan kabut yang menyelimuti Bromo, aparat kini bekerja menyingkap jejak yang tertinggal—agar keindahan alam tetap menjadi cerita, bukan kehilangan. (Fik)















