Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D

Masyarakat Pertanyakan Status Pendidikan Cakades SRD

SITUBONDO, Jawara Post—Memasuki bulan September ini, seluruh bakal calon (balon) kepala desa (kades), rampung mendaftar. Mereka wajib memenuhi semua persyaratan sebagaimana regulasi aturan yang telah ditetapkan dan terseleksi oleh panitia pilkades, termasuk melampirkan ijazah terahir pendidikan cakades.

Untuk pilkades di Desa Battal, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur, pendaftaran rampung 2 september kemarin. Uniknya, cakades incumbent mendaftar dengan ijazah terahir yang berbeda dengan ijazah dia dala pikades sebelumnya. “Patut dicurigai, satu orang punya ijazah 2 di lembaga pendidikan yang berbeda,” ucap Eko Febrianto.

Redaksi : 085259967445

Menurut dia, sangat wajar apabila masyarakat mempertanyakan kebenaran dan keaslian jizah Cakades SRd. Mereka juga mempertanyakan tentang legallitas ijazah SRd yang digunakan dulu, hingga ia berhasil duduk sebagai kepala desa dan sekarang mendaftar kembali. “Saat terima pengaduan dari warga, saya juga telah komunikasi dengan kabag hukum,” ucap Eko.

Lanjut Eko, masyarakat Desa Battal juga meyinggung tentang proses hukum dikepolisian. Pasalnya, kasus dugaan pemalsuan dokumen ijazah SRd saat mencalonkan diri dalam pilkades priode sebelumnya, diketahui milik Karsito. Enggan jadi ganjalan, SRd mengganti ijazahnya kali ini dengan kejar peket B jebolan Cahaya Harapan di Cerme Bondowoso.

Data yang diterima Media Jawara Post, ijazah dengan nomor 0262 dalam NIP peserta ujian nasional di PPS 021 Miftahul Barokah Kecamatan Arjasa, Situbondo, atas nama Karsito, bukan SRd (cakades). Sehingga kuat dugaan SRd melakukan tindakan pemalsuan dan itu termasuk melawan hukum.

Dalam dokumen daftar peserta ujian nasional tingkat Whusta di Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Miftahul Barokah ini, peserta dengan bernama Karsito kelahiran 1977. Sementara, SRd tercatat dalam ijazah dimaksut kelahiran 1970. Nomor urut peserta 57 bernama Karsito dengan nomor 05-32-4021-4057, berganti nama SRd dengan SKHUN 658.

Nah, untuk persyarakan cakades saat ini, SRd menggunakan ijazah lain. Dia menggunakan ijazah paket B tahun ajaran 2013/2014 dengan NPU 6-14.05-31-013-007-2 di lembaga Cahaya Harapan di Cermee Bondowoso. “Inipun dipertanyakan masyarakat keasliannya. Saya akan evaluasi semua, termasuk status hukum laporan di Pidter Polres Situbondo, ‘ pungkas Eko.

Hingga berita ini naik tayang, Cakades Incumben di Desa Battal, Kecamatan Panji, Situbondo, belum berhasil dikonfirmasi. Sedangkan panitia pilkades setempat, enggan dimintai tanggapannya, seperti dicekam ketakutan. Padahal ada poin penting dan akan menjadi bom waktu bagi SRd baik terpilih maupun kandas nantinya.

Dins/yon/red



Menyingkap Tabir Menguak Fakta