PROBOLINGGO, Jawara Post – Aroma kayu hangus masih tercium samar di sekitar rumah milik Sadi, warga Dusun Karanglo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Dinding yang menghitam dan puing-puing sisa kebakaran menjadi saksi bisu musibah yang mengubah kehidupan keluarga itu dalam sekejap.
Di atas sisa-sisa bangunan yang terbakar, keluarga korban kini berusaha menata kembali harapan. Meski luka akibat musibah belum sepenuhnya pulih, semangat untuk bangkit perlahan tumbuh bersama uluran tangan yang datang dari berbagai pihak.
Kebakaran yang terjadi pada Jumat malam (19/6/2026) tersebut menghanguskan tiga rumah warga dan menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, para korban harus memulai kembali kehidupan mereka dari kondisi yang serba terbatas.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Hj. Dini Rahmania, bersama tim yang berkolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), mendatangi lokasi kebakaran pada Sabtu (20/6/2026).
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, rombongan juga meninjau langsung kondisi rumah yang terbakar serta berdialog dengan keluarga korban untuk mengetahui kebutuhan yang masih diperlukan selama masa pemulihan.
“Saya berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan para korban, tetapi juga menjadi penyemangat bagi keluarga yang sedang berusaha bangkit setelah musibah ini,” ujar Dini saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (22/6/2026).
Sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada malam hari tersebut sempat mengundang kepanikan warga sekitar. Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan menerjunkan empat armada ke lokasi guna mencegah api merambat ke bangunan lain.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, mengatakan pihaknya melalui unit pemadam kebakaran segera melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh lilin yang digunakan sebagai penerangan saat terjadi pemadaman listrik.
Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang berada di luar. Api yang awalnya kecil dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar bangunan sebelum akhirnya dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran.
Di tengah proses pemulihan yang tidak mudah, Dini menegaskan bahwa korban kebakaran tidak boleh merasa menghadapi cobaan seorang diri. Menurutnya, kepedulian sosial menjadi kekuatan penting yang dapat membantu warga bangkit dari keterpurukan.
“Warga tidak sendiri. Musibah ini menjadi duka bagi kita semua. Kami akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Karena sesulit apa pun keadaan yang dihadapi, selalu ada tangan-tangan kebaikan yang siap menguatkan,” pungkasnya.
Di antara puing-puing yang tersisa, bantuan mungkin tidak mampu menggantikan seluruh kehilangan. Namun, kepedulian yang hadir membawa pesan bahwa harapan tidak ikut terbakar bersama rumah-rumah yang dilalap api. Dari kebersamaan dan gotong royong itulah, langkah untuk memulai kembali perlahan menemukan jalannya. (Fik)














