PROBOLINGGO Jawara Post — Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, derap langkah para pelari sudah menggema di ruas Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi. Minggu pagi (8/2/2026), jalur bebas hambatan itu berubah menjadi lintasan semangat dalam gelaran SAE Run Highway 2026, dengan titik start dan finish di Exit Tol Kraksaan.
Ajang ini tak hanya diikuti pelari lokal, tetapi juga menarik minat peserta dari luar daerah. Salah satunya Gabriella Meirischa Sandra Dieta (25), pelari asal Kabupaten Bondowoso, yang turun pada kategori 5 Kilometer (5K).
Bagi Gabriella, SAE Run Highway 2026 bukanlah pengalaman pertamanya di dunia lomba lari. Ia mengaku telah delapan kali mengikuti berbagai event lari, baik pada jarak 5 kilometer maupun 8 kilometer.
“Saya sudah sekitar delapan kali ikut lomba lari, dari jarak 5 kilometer sampai 8 kilometer. Event seperti SAE Run ini menarik karena rutenya unik, bisa lari di jalan tol, dan atmosfernya juga luar biasa,” ujar Gabriella usai mencapai garis finis.
Menurutnya, mengikuti lomba lari bukan sekadar mengejar catatan waktu, melainkan juga menjaga konsistensi gaya hidup sehat sekaligus memperluas pengalaman bertemu pelari dari berbagai daerah.
SAE Run Highway 2026 sendiri digelar sebagai bagian dari pengembangan sport tourism, dengan menghadirkan sensasi berlari di jalur tol yang untuk sementara dialihfungsikan menjadi ruang publik olahraga. Ribuan peserta tampak antusias menyusuri lintasan, menjadikan aspal tol sebagai saksi kebersamaan dan semangat hidup sehat.
Keikutsertaan pelari lintas daerah seperti Gabriella menegaskan bahwa SAE Run Highway 2026 bukan sekadar lomba, melainkan ruang temu bagi para pencinta lari. Di atas jalan raya besar itu, langkah-langkah kecil para pelari berpadu, membentuk cerita tentang konsistensi, ketekunan, dan kecintaan pada olahraga. (Fik)














