PROBOLINGGO, Jawara Post — Malam yang seharusnya berakhir tenang justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Moh. Maulid Dani (19). Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan koperasi itu menjadi korban kekerasan brutal setelah diserang dan dibacok sekelompok orang tak dikenal di jalur utama Kraksaan–Besuk, tepatnya di dekat gapura Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, Sabtu malam (3/1/2026).
Luka bacok menganga di punggung sebelah kanan memaksa Dani dilarikan ke rumah sakit. Darah yang mengalir di aspal jalan menjadi saksi bisu betapa jalanan malam itu tak lagi ramah. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif dan mengalami trauma mendalam.
Aparat kepolisian bergerak cepat. Sebanyak 21 orang terduga pelaku, yang sebagian besar masih berusia remaja, berhasil diamankan hanya beberapa jam setelah kejadian. Seluruhnya kini menjalani proses hukum di Polres Probolinggo.
Kapolsek Besuk AKP Suhartono membenarkan peristiwa penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut.“Telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok cukup parah. Para terduga pelaku sudah diamankan dan perkaranya kini ditangani oleh Polres Probolinggo,” ujar AKP Suhartono, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, peristiwa bermula dari kegiatan sederhana. Sekitar pukul 20.30 WIB, korban menghabiskan waktu bersama tetangganya, Afin, dengan duduk santai sambil menyeruput kopi di kawasan Gelora Kraksaan. Dua jam kemudian, keduanya berpamitan pulang menuju Desa Sindetami, Kecamatan Besuk, dengan mengendarai sepeda motor.
Namun perjalanan pulang itu tak pernah sampai dengan selamat. Di jalan raya Kraksaan–Besuk, tepatnya di sekitar tikungan Rayati, Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, korban tiba-tiba diadang oleh sekelompok pemuda bermotor yang tak dikenalnya. Merasa terancam, Dani berusaha menyelamatkan diri dengan memacu kendaraannya. Akan tetapi, gerombolan tersebut justru melakukan pengejaran.
Kejar-kejaran itu berakhir di sekitar gapura Desa Krampilan. Di tempat itulah korban kembali dihadang. Beberapa pelaku melontarkan pertanyaan bernada intimidatif tentang asal-usul korban.“Para pelaku menanyakan apakah korban berasal dari Desa Sumurdalam. Meski korban sudah menjawab bukan, pengejaran tetap berlanjut,” jelas Suhartono.
Dalam kondisi terdesak, korban mencoba melarikan diri ke area persawahan. Harapan untuk selamat pupus ketika korban terjatuh. Saat itulah, salah satu pelaku diduga mengayunkan senjata tajam jenis celurit, yang menghantam punggung korba
Usai melakukan aksinya, pra pelaku meninggalkan korban tergeletak bersimbah darah. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Besuk. Karena luka yang diderita cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Korban sempat ditangani di puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya cukup parah,” tambah Kapolsek.
Tak berselang lama, polisi melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengamankan 21 orang terduga pelaku. Setelah menjalani pemeriksaan awal di Polsek Besuk, seluruhnya dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Desa Sindetami, Saiful Bahri, mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa salah satu warganya. Ia menyebut korban hingga kini masih menjalani perawatan dan mengalami trauma psikologis.“Korban masih dirawat dan mengalami trauma,” ujarnya singkat.
Selain mengalami luka bacok, korban juga diduga menjadi korban perampasan. Telepon seluler serta sejumlah uang milik korban dilaporkan hilang dan diduga dibawa kabur oleh para pelaku.“Kami berharap kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku. Kejadian ini harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” tegas Saiful. (Fik)













