PROBOLINGGO, Jawara Post — Pagi yang mestinya berjalan biasa di jalur Pantura Paiton berubah menjadi duka.
Rombongan dosen Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di depan Handayani Futsal, kawasan Rumah Sakit Rizani, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 08.49 WIB.
Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan roda empat, yakni Toyota Innova Zenix dan Toyota Innova Reborn. Benturan keras tak terelakkan di tengah padatnya arus lalu lintas pagi hari di jalur nasional tersebut.
Seorang saksi mata menuturkan, Toyota Innova Zenix yang ditumpangi rombongan dosen UNUJA melaju dari arah timur. Sementara Toyota Innova Reborn dari arah barat diduga mencoba menyalip kendaraan lain. Jarak yang terlalu dekat membuat pengemudi tak sempat menghindar hingga tabrakan pun terjadi.
“Mobil UNUJA dari arah timur, sementara mobil hitam dari arah barat nyalip kendaraan lain. Karena jaraknya sudah dekat, akhirnya tabrakan,” ujar saksi di lokasi kejadian.
Akibat benturan tersebut, Toyota Innova Zenix oleng ke kiri dan menghantam tembok taman di pinggir jalan. Bagian depan kendaraan ringsek parah, bahkan sopir sempat terhimpit di dalam kabin akibat kerasnya benturan.
“Benturannya cukup keras sampai mobil menabrak tembok. Sopirnya terjepit karena bagian depan remuk,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix mengangkut rombongan dosen Universitas Nurul Jadid. Salah satu penumpang, MS (inisial), dosen Fakultas Teknik UNUJA asal Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Rizani.
Sementara penumpang lain berinisial D, yang juga dosen sekaligus bagian dari tim kerja sama universitas, mengalami patah tulang. Sopir serta sejumlah mahasiswa yang turut berada di dalam kendaraan tersebut dilaporkan mengalami luka-luka.
Seluruh korban langsung dievakuasi oleh warga sekitar dan dilarikan ke RS Rizani untuk mendapatkan penanganan medis pascakejadian.
Sementara itu, Toyota Innova Reborn yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan parah. Hingga berita ini ditulis, identitas pengemudi maupun penumpang kendaraan tersebut masih dalam pendataan pihak kepolisian.
Kasatlantas Polres Probolinggo melalui Bripka Shandyah Prisma membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Petugas kami sudah berada di TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Hingga kini, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kecelakaan. Aparat masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kejadian, termasuk arah laju kendaraan dan kondisi lalu lintas saat peristiwa berlangsung.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur Pantura, sebagai urat nadi transportasi nasional, menyimpan risiko kecelakaan yang tinggi, terutama pada jam-jam padat pagi hari. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, menjaga jarak aman, dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. (Fik)













