Subhanallah…… tajamnya Basyiroh “mata bathin” Mbah Hamid dalam mengenali wali yang bersembunyi…
Laa ya’riful waliyya illal waliyyu, tak ada yang mengetahui wali kecuali wali .
SUATU ketika, masyarakat Bululawang Malang ingin mendirikan masjid. Warga akhirnya melakukan rapat/rembukan untuk memutuskan langkah terbaik. Tapi ada satu hal yang sangat penting bagi warga, sebelum masjid berdiri harus ada yang sowan kepada KH Abdul Hamid Pasuruan.
Maka, berangkatlah tokoh warga ini untuk sowan kepada Kiai Hamid. Setelah sampai di rumah Kiai Hamid, terjadilah dialog yang penuh hikmah ini.
“Kyai, insya Alloh masyarakat di Bululawang mau mendirikan masjid. Sudilah kiranya Kiai Hamid datang untuk menentukan arah kiblatnya.”
“Insya Allah, tapi di sana itu sudah ada wali besar. Anda datang kepada beliaunya saja, dari pada jauh-jauh ke sini.” jawab Kiai Hamid.
“Siapa wali agung itu, kiai?”
“Kiai Muhsin namanya, silahkan dicari. Nanti kalau sudah ketemu orangnya, bilang saja Kiai Hamid yang menyuruhnya untuk berdoa sekalian menentukan arah kiblat.”
Mendatangi sosok Kiai Muhsin yang sedang jualan tempe.
“Asalamualaikum, Kiai Muhsin….”
“Wa’alaikum salam….,” jawab Kiai Muhsin sambil meminta maaf bahwa dirinya bukanlah kiai, tapi penjual tempe.
“Jangan panggil saya kiai, saya ini penjual tempe.”
“Begini kiai, panjenengan diminta baca doa sekaligus menentukan arah kiblat atas masjid yang dibangun warga kami.”
“Saya sudah menjelaskan pak, saya ini bukan kiai. Saya ini penjual tempe kok malah diminta doa dan menentukan arah kiblat, bagaimana panjenengan ini.” jawab Kiai Muhsin.
“Ini Kiai Hamid Pasuruan yang minta panjenengan, kiai.”
“Lhooo, panjenengan sudah sowan Kiai Hamid to?,” jawab Kiai Muhsin dengan penuh kaget.
“Iya kiai. Kiai Hamid yang memyuruh kami untuk mencari penjenengan.”
Setelah disebut nama Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Muhsin akhirnya mengikuti apa yang menjadi
permintaan warga. Kiai Muhsin akhirnya yang mendoakan masjid itu dan menentukan arah kiblatnya.
Sejak saat itu, Kiai Muhsin dikenal luas masyarakat.
Banyak santri yang ingin mengaji kepada beliau. Bahkan sosok Gus Dur ketika menjadi Presiden RI pernah sowan ke rumah Kiai Muhsin di Makbul Bululawang Malang. Itulah sosok Kiai Muhsin, sosok wali besar yang bersembunyi sebagai penjual tempe. subhanallah…..
Semoga berkah auliyaa senantiasa melimpah kepada kita semua 🤲🥰😍🤲














