Gus Nur Akan Bangun Pesantren Gratis Bagi Kaum Duafa

BESUKIJawara Post —Rencana pembangunan ponpes milik Sugi Nurraharjo alias Gus Nur, nampaknya akan berlanjut. Lahan yang diratakan sebentar lagi akan dibalik nama dan proses ijin akan diurus. Pesantren Tahfidz Al – Qur’an tersebut akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas sosial dan sekolah gratis bagi kaum duafa.

“Gus Nur enggan berpolitik dan tidak mau terlibat dalam ranah politik. Kemaslahatan ummat itu yang utama, begitu katanya”

Hal itu dikatakan oleh Gus Nur saat bincang bincang santai dengan media Jawara Post, Senin 27/ 2020. Gur Nur mengatakan bahwa sebelumnya ada lahan wakaf dari warga Bondowoso. Namun, karena kondisinya kurang memungkinkan, ia kurang berkenan.

Gus Nur saat diwawancarai Jawara Post

“Dalam perjalanan pulang itulah ada warga yang menawarkan lahan 2 Ha, di lokasi Dam Goa, Blimbing Besuki,” ucapnya.

Lanjut Gur Nur, saat ditinjau kelokasi, ternyata lahan itu sangat cocok. Nah, pada saat itulah akad jual beli digelar dengaan perantara Subhan, salah seorang pengurus GP Ansor. Akad jual belipun terlaksana dan pemilik masih menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, sementara pembelian dibayar lunas.

Semua adalah petunjuk gusti Allah. Saya langsung berimajinasi akan menjadilkan lokasi itu kampung ahir zaman. Artinya, pesantren itu akan fokus pada tahfidz Al – Qur’an.

Selebihnya akan ada klinik sehat, vila lansia, mercusuar, serta fasilitas lainnya. “Terkait destinasi wisata, saya tidak bisa membayangkan kemajuannya nanti,” tukasnya.

BACA JUGA 》Gus Nur Optimis Pembangunan Ponpes Tahfidz Alqur’an di Blimbing, Sukses

Informasinya, selama berada dikawasan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Gus Nur menyempatkan diri untuk silaturahim kepengasuh ponpes sekitar.

Dia pun selalu siap ditanya seputar niat suci membangun pesantren dipedalaman Desa Blimbing tersebut, berikut pola operasionalnya seperti apa.

“Saudaraku, pastinya saya akan bangun pesantren bukan tempay maksiat. Saya tidak akan merepotkan warga sekitar, sayapun menggunakan dana bukan dari proposal ataupun sesuatu nuansa politik. Saya adalah pembisnis, pengusaha, intertaiment, serta jamaah saya banyak bahkan tersebar disejumlah negara. Bismillah, hanya gusti Allah yang tahu dan fainsya allah daerah itu akan bermanfaat bagi ummat,” pungkasnya.

Pada saat obrolan ringan berlangsung, muncul pertanyaan bahwa apakah tim pengajar bisa dari jajaran NU, jawabannya lugas.

Gus Nur menegaskan siapapun yang akan mengajar dipesantren saya, adalah orang yang menguasai bidang masing masing. Tapi ingat, yang utama adalah mencetak santri yang hafal Al – Qur’an, selebihnya biarkan seperti air yang mengalir, begitu Gus Nur mengahiri obrolan ringan tersebut.

Redaksi JP



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *