L3GAM Ultimatum Polres Probolinggo: Jika Pelaku Belum Ditangkap, Aksi Besar-Besaran Akan Digelar

PROBOLINGGO, Jawara Post – Tekanan publik terhadap penanganan kasus dugaan kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Desa Sumber Kerang, Kecamatan Gending, terus meningkat. L3GAM melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap oknum kiai berinisial ED tidak boleh berlarut-larut. Mereka memberikan ultimatum keras kepada Polres Probolinggo: jika dalam waktu dekat tidak ada langkah tegas berupa penangkapan, maka enam LSM yang tergabung dalam L3GAM bersama masyarakat siap menggelar aksi besar-besaran.

Koordinator L3GAM, Sukron, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai proses hukum yang sedang berjalan, namun publik membutuhkan kepastian tindakan.
“Kami menunggu itikad baik dari aparat. Jika pelaku belum juga ditangkap, maka kami bersama masyarakat akan turun kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. Ini bukan ancaman, tetapi bentuk kekecewaan kami sebagai warga yang menuntut keadilan,” ujarnya.

Menurutnya, kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santri bukanlah perkara biasa. Ada luka sosial, moral, dan kepercayaan masyarakat yang ikut tercabik.
“Kami tidak ingin kasus ini tenggelam. Banyak mata masyarakat yang menunggu langkah nyata. Kami mendorong kepolisian untuk segera menuntaskan proses hukum agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik,” tambah Sukron.

L3GAM menilai bahwa penetapan tersangka saja tidak cukup. Mereka meminta tindakan hukum yang konkret agar tidak muncul kesan bahwa kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dibiarkan menggantung.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Gending juga mendukung sikap tegas L3GAM. Mereka berharap polisi bergerak cepat untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami tidak ingin masalah ini menjadi bara di masyarakat. Penyelesaian yang tegas akan menenangkan semua pihak,” ujar salah satu tokoh setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan terbaru terkait jadwal pemanggilan ataupun langkah lanjutan terhadap ED.

L3GAM menegaskan bahwa jika keadilan tak kunjung ditegakkan, gelombang massa yang lebih besar siap bergerak menuju Mapolres Probolinggo. (Fik)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *