PASURUAN, Jawara Post – Ribuan orang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (Gema Duta) menggelar demo besar-besaran di Prigen, Kabupaten Pasuruan. Dalam aksinya, mereka menolak alih fungsi hutan setempat.
Dengan membawa berbagai poster dan spanduk protes penolakan alih fungsi hutan, massa melakukan long march (jalan kaki dari titik kumpul Simpang Dung Biru Tretes sekitar pukul 10.00.
Berbagai isi tulisan spanduk dan poster itu antara lain “Stop alih fungsi hutan” ” Save Hutan Tretes” dan “Aksi Damai Penolakan Realestate”. Tak hanya massa berbagai kendaraan dari warga pribadi, pikap ambulans juga trutu serta dalam aksi itu.
Dari titik aksi itu, massa kemudian menuju Jalan Letkol Telwe Limas Taman Wisata. Di lokasi itu, mereka menggelar mimbar bebas menolak rencana alih fungsi hutan jadi real estate yang dilakukan perusahaan pengembang.
Ketua Aliansi Gema Duta, Priya Kusuma mengatakan aksi yang dilakukan merupakan simbol kekuatan rakyat dalam menjaga sumber air dan ekosistem lokal. Terutama yang hendak dilakukan oleh PT Stasionkota Saranapermai.
“Nah ini belum ada alih fungsi hutan beberapa minggu kemarin itu kan saudara saudara kita yang di Beji itu kan mengalami kebanjiran yang sampai hari ini belum surut,” kata Priya.
“Kemudian wahana wisata yang ada di lembah Pandawa itu kan mengalami banjir bandang juga padahal di situ tidak hujan,” imbuhnya.
Priya menyebut total alih fungsi hutan yang akan dijadikan pemukiman seluas 22,5 hektare. Bahkan hutan tersebut statusnya kini telah berubah menjadi pemukiman.
Luasanya 22,5 hektare, itu yang dahulu saya masih kecil masih hutan lindung. Sekarang kok jadi pemukiman. Menurut ATR BPN itu petanya sudah jadi kuning yang notabene itu menjadi pemukiman. Padahal zaman saya kecil dulu itu hutan,” jelasnya.
Priya kini berharap kepada DPRD Pasuruan agar mengawal alih fungsi hutan tersebut. Terutama pada panitia khusus yang diharapkan bisa mengawal kasus alih fungsi hutan yang dilakukan PT Stasionkota Saranapermai.
“Untuk pansus, agar rekomendasi yang dikeluarkan ke Bupati Pasuruan itu benar-benar sesuai dengan aspirasi dan tuntutan kami saat ini. Jadi pansus agar jangan keluar dari tuntutan warga masyarakat yang sudah menjadi kesepakatan bersama ini karena mereka wakil wakil kita. Jangan sampai loyo, jangan sampai mereka masuk angin,” tegasnya. (Jp)














