Joget dan Saweran di Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Hasanain Jangkang Viral, PCNU Kraksaan Tunggu Arahan MUI

PROBOLINGGO, Jawara Post – Suasana yang semestinya menjadi ruang syiar dan perayaan keberhasilan santri justru memantik perbincangan di jagat maya. Sebuah video yang memperlihatkan aksi joget disko dengan iringan musik DJ disertai saweran dalam rangkaian Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Hasanain, Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Video yang diunggah oleh salah satu akun TikTok pada Sabtu (27/6/2026) itu memperlihatkan sejumlah ibu-ibu berjoget di depan panggung mengikuti alunan musik. Pada bagian lain video juga tampak seorang pria melakukan aksi saweran kepada para peserta yang berjoget. Di sekitar lokasi, terlihat pula beberapa anak-anak yang diduga merupakan santriwati berada di area kegiatan.

Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai komentar dari warganet. Sebagian mempertanyakan kesesuaian hiburan tersebut dengan kegiatan haflatul imtihan yang identik dengan nuansa religius, sementara sebagian lainnya memilih menunggu penjelasan dari pihak penyelenggara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan, KH. Hafidzul Hakim Noer atau yang akrab disapa Nun Hafidz, mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan sikap dan masih menunggu arahan dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (28/6/2026), Nun Hafidz menjawab singkat, “Coba hubungi Kiai Wasik geh.”

Tak lama kemudian, ia kembali menyampaikan, “Kami hanya bawahan beliau,” sebelum menegaskan, “Kami nunggu arahan beliau.”

Sementara itu, upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, serta Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Wasik Hannan, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan.

Berdasarkan penelusuran jurnalis, akun TikTok yang sebelumnya mengunggah video viral tersebut kini telah diubah menjadi mode privat, sehingga video yang sempat beredar luas tidak lagi dapat diakses oleh publik.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Nurul Hasanain maupun panitia penyelenggara terkait maksud dan latar belakang penampilan hiburan yang terekam dalam video tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi apabila pihak terkait memberikan penjelasan. (Fik)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *