Ansor Kraksaan Rayakan Harlah ke-92 dengan Bakti Tani, Tebar Kepedulian untuk Petani Patokan

PROBOLINGGO, Jawara Post – Di tengah hamparan harapan yang tumbuh dari tanah pertanian, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kraksaan menandai Hari Lahir (Harlah) ke-92 dengan aksi nyata.

Melalui kegiatan bakti tani, puluhan petani di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menerima bantuan obat-obatan pertanian, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Patokan, Jalan Mayjen Sutoyo, itu diikuti sekitar 60 peserta.

Tak sekadar seremoni peringatan hari lahir organisasi, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Ansor terhadap denyut kehidupan petani sekaligus dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Di tangan petani, tanah diolah menjadi sumber kehidupan. Dari kesadaran itulah, Ansor hadir membawa pesan pengabdian—bahwa merawat petani sama artinya menjaga negeri.

Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Abdur Rahman, menegaskan bahwa Ansor harus terus hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat nyata, terutama bagi petani yang menjadi penopang kebutuhan pangan.

“Ansor harus peduli pada masyarakat, khususnya para petani. Mereka adalah penopang kebutuhan pangan yang harus kita dukung bersama,” ujarnya.

Mengusung tema “Ansor Peduli Tani: 92 Tahun Mengabdi, Menjaga Negeri,” kegiatan ini menjadi simbol komitmen Ansor untuk terus berkhidmat melalui kerja sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Abdur Rahman, para petani saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari persoalan produktivitas hingga perlindungan hasil panen. Karena itu, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan petani sekaligus memberi semangat baru dalam mengelola lahan pertanian.

“Ini bagian dari ikhtiar kecil kami agar petani tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai persoalan di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Patokan, Urip Mujiono, mengapresiasi inisiatif GP Ansor Kraksaan yang dinilai membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kegiatan ini. Semoga membawa keberkahan dan manfaat bagi warga Patokan, khususnya para petani,” tuturnya.

Bakti tani ini juga menjadi ruang sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam memperkuat kesejahteraan petani.

Di usia ke-92, Ansor Kraksaan seolah menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam pidato-pidato panjang, tetapi bisa tumbuh dari langkah sederhana—menyapa petani, membantu sawah, dan menjaga harapan agar tetap bersemi.

Dari Patokan, pesan itu menggema: ketika pemuda bergerak bersama petani, bukan hanya hasil panen yang dijaga, tetapi juga masa depan negeri. (Fik)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *