Nyawa Bidan RSUD Besuki Melayang ditangan Suami keduanya

SITUBONDO, Jawara Post – Tidak ada yang menyangka kejadian tragis akan menimpa Janda anak 1 asal Bungatan yang telah berhasil menikah dengan pemuda Besuki, serta dikaruniai 2 anak dan berprofesi sebagai bidan RSUD Besuki.

Peristiwa yang langsung tranding di medsos itu, terkuak setelah sang suami menyerahkan diri ke Mapolda Jawa Timur, serta mengakui bahwa telah menghabisi nyawa istrinya sendiri. Kabar itu lalu diteruskan ke Polres Situbondo kemudian ke Mapolsek Banyuglugur.

Spontan saja pencarian dilakukan dan akhirnya mayat korban ditemukan di selokan sebelah tembok Cafe Asyika, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo pada Sabtu sore ( 06/06/2026).

Korban yang tak lain seorang bidan RSUD, didapati tak bernyawa dan mayatnya tertutup sampah dan balok kayu, dengan kondisi masih menggunakan seragam nakes rumah sakit. Mayatnya lalu dievakuasi ke RSU Abdoerohem Situbondo, guna kepentingan autopsi.

Bersamaan dengan itu juga, Pelaku yang bernama lengkap Ahmad Rizky Hidayatur Rahman (32) warga Kauman Kampung Arab Besuki, dikirim ke Polres Situbondo. Sedang mayat teridentifikasi bernama lengkap Murtafia Rafika Devi (34) asal Dusun Gantengan Desa Bletok, Kecamatan Bungatan.

Dari berbagai sumber terpercaya diperoleh informasi bahwa, Fia (panggilan akrab korban), setelah bercerai dengan suami yang telah memberikan 1 anak, membangun kembali rumah tangga dengan menikah lagi.

Suami kedua sang bidan itu tidak lain pemuda asal Besuki, dan rumah tangga mereka dikaruniai 2 anak. Rizki ( panggilan akrab pelaku) yang semula pengangguran, mulai membangun bisnisnya dengan membuka lapak berjualan mie ayam kare dipintu masuk gang rumahnya di Kampung Arab.

Entah apa yang terjadi, nampaknya rumah tangga kedua kalinya itu kurang membuat korban bahgia. Kabarnya, korban kerab diperlakukan kasar dan sering alami KDRT, namun tidak pernah lapor polisi. Bahkan akibat RS cemburu berlebihan suaminya, bidan ini dipindah ruang kerjanya dengan nakes yang mayoritas perempuan.

Bahkan suatu hari, korban mengalami cidera bengkak diwajah, namun rekan rekan nya di RSUD enggan ikut campur urusan rumah tangganya. Para nakes disisinya cuma bisa prihatin, dan mendukung sikap sabar korban menghadapi perbuatan suami keduanya itu.

Belakangan, kemungkinan merasa sudah tidak mampu bertahan, korban memilih pisah ranjang dan pulang kerumahnya di Bungatan.

Kabarnya, ketika korban minta cerai ketimbang selalu dituduh yang tak semestinya, suami menolak.

Sampai akhirnya, Jum’at (05/06/2026) ia tetap masuk kerja. Itu dibuktikan motornya masih tetap teroarkir dihalaman rumah sakit. Kuat dugaan, suaminya menjemput dari rumah sakit lalu melakukan kekerasan dan penganiayaan yang membuat nyawa bidan itu melayang.

Dari keterangan sementara pihak kepolisian, Bidan RSUD Besuki itu dihabisi tersangka dan dibuang di selokan di Desa Kalianget, Banyuglugur. “Dari pengakuan awal suami korban, ia nekad menghabisi nyawa istrinya lantaran cemburu, ” kata Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Selimat.

Karuan saja, peristiwa maut itu menggemparkan wilayah Besuki dan sekitarnya. Banyak bermunculan pernyataan bahwa korban adalah orang baik dan belum pernah terlihat neko neko (berulah).

Korban dikenal supel dan ramah dengan semua nakes yang ada.

Mayoritas rekan korban meyakini, bahwa keputusan korban untuk bercerai, membuat Rizki (suaminya), kalap dan nekad menghabisinya. “Kalau mbak Fia, kami yakin gak bakalan selingkuh, hanya saja suaminya itu pencemburu, ” kata rekan korban yang juga nakes di RSUD Besuki.

Lanjut ia, suami sebelumnya kenapa bercerai, karena suaminya yang selingkuh, kebetulan suami pertamanya juga pernah jadi pegawai disini. Nah, suami keduanya ini nampak pendiam dan ramah, namun kerab lakukan KDRT, itu sudah bukan rahasia lagi, ” pungkasnya.

Sementara, kepolisian resort Situbondo masih terus mengembangkan penyidikan memperjelas motif yang sebenarnya. Status tersangka telah ditetapkan, kemungkinan ancaman hukum bagi Rizki, 15 tahun penjara. Sedangkan korban keseluruhan meninggalkan 3 anak nya yang masih kecil. (gus)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *