Hangatnya Ramadan di Saka 9, Ansor Kraksaan Probolinggo Perkuat Silaturahmi dan Arah Gerak Organisas

PROBOLINGGO, Jawara Post — Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang teduh, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan menautkan kembali simpul-simpul kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut digelar di Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim, Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Rabu (18/3/2026).

Sejak sore hari, para kader mulai berdatangan. Dengan balutan kopiah hitam, kemeja putih, dan seragam khas Ansor-Banser, mereka duduk bersila dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat soliditas organisasi.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus harian PC GP Ansor Kraksaan serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kecamatan Kraksaan. Dalam suasana yang sederhana namun sarat makna, Ramadan menjadi pengikat yang menguatkan kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen perjuangan.

Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Abd. Rahman, menegaskan bahwa buka bersama menjadi bagian penting dalam merawat kekompakan kader.

Ramadan adalah momentum terbaik untuk mempererat silaturahmi. Kami ingin Ansor tidak hanya kuat dalam gerakan, tetapi juga hangat dalam kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi yang terbangun dalam forum seperti ini menjadi fondasi penting dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan.

Dari kebersamaan inilah lahir kekuatan. Kami berharap Ansor Kraksaan semakin solid dalam menjalankan peran sosial dan keumatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakiem Noer, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qodim, menekankan pentingnya keikhlasan sebagai landasan utama dalam berkhidmat.

Ikhlas adalah kunci. Ketika kita mengabdi di Ansor dan Nahdlatul Ulama dengan tulus, setiap langkah akan bernilai ibadah dan menghadirkan keberkahan,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pengkaderan terus diperkuat di ყველა tingkatan, mulai dari Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD), Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Diklatsar, Susbalan, hingga Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN).

Pengkaderan adalah jantung organisasi. Dari sanalah lahir kader-kader tangguh dan militan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan dukungan penuh PCNU Kraksaan terhadap setiap langkah Ansor.

Ansor harus kokoh menjadi benteng ulama dan pesantren. Kami siap memberikan dukungan penuh,” katanya.

Dalam arahannya, ia juga mengingatkan agar kader tidak menjadikan politik sebagai tujuan utama, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat pengabdian kepada umat.

Dalam NU, politik adalah mitra, bukan tujuan. Ketika kita sungguh-sungguh berjuang untuk umat, kepercayaan akan datang dengan sendirinya,” tandasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengembangan kaderisasi berbasis pesantren serta inovasi dalam gerakan organisasi.

Ansor bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses panjang pengabdian. Harus ada terobosan baru, sejalan dengan semangat ‘Bangkit, bersinergi, bermanfaat’,” pungkasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini diharapkan mampu memperkuat soliditas kader sekaligus mempertegas peran strategis Ansor sebagai garda muda Nahdlatul Ulama—yang terus bergerak, mengabdi, dan menjaga nilai-nilai keumatan di tengah masyarakat. (Fik)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta