BESUKI, Jawara Post — Badan Gizi Nasional (BGN) kini melakukan verifikasi ketat terhadap yayasan untuk mencegah praktik “ternak yayasan” (satu pihak mendirikan banyak yayasan untuk menguasai banyak dapur) guna memastikan kualitas dan transparansi. Berbalik fakta soal transparansi dengan Dapur MBG yang ada di Dusun Rawan Desa Besuki Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Betapa tidak, dalam rekrutmen relawan diduga melanggar etika kepatutan dan kemanusiaan. Pasalnya, relawan yang sebelumnya telah bersusah payah mengikuti bimtek dan ikut kerja bakti, terancam disisihkan. Pihak yayasan serta merta merekrut relawan baru untuk bekerja di dapur MBG tersebut.
“Ini sangat tidak adil, dan jelas ilegal. Kami yang ikut pelatihan dan bersertifikat, begitu saja mau diganti sepihak. Padahal, diketahui kalau pemilik yayasan seorang Kyai dan kakak dari mantan bupati Probolinggo, “ujar salah satu relawan.
Musyrifa, salah seorang relawan dari 47 yang telah ikut bimtek dan interveu mengutarakan bahwa semua relawan tidak terima diperlakukan seperti itu. ” Kami tetap sepakat 47 orang harus kerja. Jangan karena alasan tidak jelas, lalu diantara kami mau digeser, ” timpalnya.
Saat dikonfirmasi kan ke kordinator kecamatan terkait bimtek dimaksud, ia mengamini dan menjelaskan dilaksanakan dengan baik sesuai aturan. Bahkan para relawan juga besusah payah kerja bakti.
Begitu pula saat masalah ini dikonfirmasikan ke Didik ( Mitra Yayasan) mengatakan bahwa 47 orang telah ikut bimtek sesuai regulasi BGN. “Jika Dapur MBG bermasalah, maka BGN akan mengevaluasi, itu diluar harapan kami nantinya, ” ucap Didik, Bupati Lira.
Jelasnya, jika dapur MBG muncul riak atau keluhan, maka dapur MBG akan sulit loading alias beroperasi. Untuk itu, pihak yayasan bisa berpikir ulang jika hendak melakukan roling relawan, sebelum dapur beroperasi.
Ketika hal ini dikonfirmasikan pada kordinator MBG wilayah Situbondo, Haekal belum meberikan jawaban. Sementara, kepala desa Besuki mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan atas kegaduhan tersebut. “Dari awal tidak ada komunikasi, setelah ada masalah, baru ke desa. Saya tidak mau jika hemdak dibenturkan dengan warga Besuki, ” tegasnya. (tim)














