PROBOLINGGO, Jawara Post — Usia boleh menua, namun semangat tak selalu ikut surut. Di balik seragam cokelat yang telah ia kenakan lebih dari tiga dekade, Iptu DJ Setyowadi, S.H. tetap berdiri tegak sebagai pemburu kejahatan yang tak kenal lelah.
Sebagai Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, sosok yang akrab disapa Setyo ini dikenal bukan hanya karena pengalaman panjangnya, tetapi juga keberaniannya turun langsung ke lapangan. Bahkan, dalam beberapa situasi, ia tak ragu melakukan penangkapan seorang diri.
Kariernya ditempa dari berbagai medan. Ia pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Sumber, Kanit Narkoba Polres Probolinggo, hingga Kanit Tindak Pidana Tertentu (Pidter) Satreskrim Polres Probolinggo. Dari lorong-lorong gelap kasus narkotika hingga kerasnya perburuan pelaku kejahatan jalanan, semuanya telah ia lalui.
Tak hanya itu, Setyo juga beberapa kali berhasil mengungkap kasus pembunuhan—perkara yang menuntut ketelitian, ketenangan, dan keberanian dalam membaca setiap jejak yang tersisa. Baginya, setiap kasus adalah teka-teki yang harus diurai hingga tuntas, demi memberi keadilan bagi korban dan keluarganya.
“Beberapa kali saya menangkap pelaku curanmor sendirian. Di Alun-alun Kraksaan, di Krejengan, dan tempat lainnya. Kuncinya berani karena benar, tapi tetap pakai perhitungan. Sisanya kita serahkan kepada Allah SWT,” ujar Setyo, Rabu (6/5/2026), dengan nada tenang namun tegas.
Pengalaman panjang itu bukan tanpa risiko. Nyawa pernah berada di ujung bahaya, berhadapan langsung dengan pelaku kriminal. Namun bagi Setyo, rasa takut bukan alasan untuk mundur, melainkan pengingat agar setiap langkah diambil dengan cermat.
Di balik ketegasannya, tersimpan pendekatan yang humanis. Ia meyakini bahwa tugas reserse bukan semata menangkap pelaku, tetapi juga mencegah kejahatan sejak dini.
“Kalau bisa dicegah, kenapa harus menunggu ada korban. Patroli dan pembinaan ke masyarakat itu penting, karena banyak informasi justru datang dari warga,” tuturnya.
Dedikasinya mendapat pengakuan dari pimpinan. Kapolsek Kraksaan menyebut Iptu Setyo sebagai teladan bagi anggota muda—seorang senior yang tak hanya kaya pengalaman, tetapi juga murah hati dalam berbagi ilmu. “Beliau masih mau turun langsung, bahkan saat hujan. Semangatnya itu yang jadi contoh bagi anggota lain,” ujarnya.
Kedekatan dengan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri. Setyo rutin menyambangi desa-desa rawan kejahatan, membangun kepercayaan yang perlahan berbuah informasi. Dari hubungan itulah, banyak kasus berhasil diungkap.
Di luar tugas kepolisian, Setyo juga dikenal sebagai atlet judo dan karate berprestasi. Ia bahkan dipercaya sebagai Ketua Harian Perbakin Kabupaten Probolinggo—sebuah bukti bahwa disiplin dan ketangguhan telah menjadi bagian dari dirinya.
Lebih dari 30 tahun mengabdi, tak sedikit pun terlintas niat untuk melambat. Baginya, pengabdian adalah jalan hidup.“Selama masih dinas, saya tetap di jalan. Kalau kita takut, siapa lagi yang melindungi masyarakat,” tegasnya.
Kini, di bawah komandonya, Unit Reskrim Polsek Kraksaan terus menggencarkan pengungkapan kasus 3C—curat, curas, dan curanmor. Sebuah misi yang sederhana namun penuh makna: menghadirkan rasa aman, agar warga bisa hidup tenang tanpa bayang-bayang kejahatan.
Di usia yang tak lagi muda, langkah Iptu Setyo mungkin tak secepat dulu. Namun tekadnya tetap berlari—mengejar keadilan, menjaga harapan, dan memastikan hukum tetap berdiri di tengah masyarakat. (Fik)















