.MADINAH Jawara Post – Bus yang membawa rombongan jemaah haji Kloter 2 SUB Embarkasi Surabaya mengalami kecelakaan di ruas jalan Madinah, Selasa (29/4/2026) sekitar pukul 10.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Meski sempat memicu kepanikan, seluruh jemaah dilaporkan selamat dan dalam penanganan petugas.
Insiden terjadi saat bus rombongan menuju lokasi ziarah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan lain tiba-tiba memotong jalur dari sisi samping. Sopir bus telah berupaya mengerem mendadak, namun benturan dengan kendaraan tersebut tidak dapat dihindari.
Suasana di dalam bus sempat diliputi kepanikan. Namun, petugas kloter bersama ketua rombongan bergerak cepat menenangkan jemaah serta memeriksa kondisi penumpang satu per satu.
Akibat kejadian itu, lima jemaah mengalami keluhan kesehatan dan segera mendapatkan penanganan medis.
Tiga jemaah, yakni Dede Abdul Hamid, Suharto, dan Inggo Yunico, langsung dievakuasi ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah karena mengalami syok dan luka ringan.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, ketiganya dinyatakan dalam kondisi stabil dan pada pukul 14.30 WAS telah diantar kembali ke hotel oleh petugas Sektor IV Madinah.
“Saya sempat kaget saat terdengar benturan keras, tapi alhamdulillah penanganannya cepat dan petugas sangat sigap,” ujar salah satu jemaah usai kembali ke hotel.
Sementara itu, dua jemaah perempuan lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RAS) untuk pemeriksaan lanjutan.
Siti Aisyah, jemaah dari Rombongan 6, berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan dalam kondisi baik dan tidak memerlukan perawatan lanjutan. Pada pukul 15.15 WAS, ia dinyatakan dapat kembali ke hotel dan hanya menunggu penyelesaian administrasi berupa fotokopi paspor dan visa.
Sedangkan Siti Sugi Hartini, jemaah dari Rombongan 7, hingga berita ini diturunkan masih menjalani observasi intensif di rumah sakit. Tim medis RAS menyarankan pemeriksaan lanjutan dan kemungkinan menjalani perawatan sementara.
Selama proses penanganan, kedua jemaah tersebut didampingi langsung oleh Pembimbing KBIHU, Kyai Mukhlisin. Petugas kesehatan kloter juga terus berkoordinasi dengan Daerah Kerja Madinah guna memastikan seluruh proses berjalan optimal, termasuk percepatan administrasi pasien.
Ketua Kloter bersama tim kesehatan menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.
“Kami memastikan seluruh jemaah terdampak mendapatkan pendampingan maksimal. Fokus kami keselamatan dan ketenangan jemaah. Kami juga mohon doa agar Ibu Siti Sugi Hartini segera pulih dan dapat kembali beribadah bersama rombongan,” ujar salah satu petugas kloter.
Hingga Selasa sore, kondisi umum jemaah Kloter 2 SUB dilaporkan aman dan terkendali. Petugas mengimbau seluruh jemaah tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan, serta mematuhi arahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam setiap mobilitas jemaah, meski di tengah perjalanan ibadah yang sarat harapan dan kekhusyukan. Di balik benturan yang sempat mengguncang, kesigapan petugas dan solidaritas sesama jemaah menjadi penopang yang menenangkan. (Fik, Red)













