BOGOR, Jawara Post – Semangat kebersamaan dan harapan memenuhi ruang pertemuan di Bogor, Jawa Barat, saat Yayasan Rumah Mans Indonesia menggelar Silaturahmi Nasional ke-5 yang berlangsung pada 11 hingga 15 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 penyandang disabilitas dari sedikitnya 27 provinsi di Indonesia.
Acara yang berlangsung selama lima hari itu menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antaranggota Rumah Mans Indonesia sekaligus ruang untuk saling menguatkan, berbagi inspirasi, dan membangun rasa percaya diri bagi para penyandang disabilitas.
Tidak hanya dihadiri peserta dari berbagai daerah, kegiatan tersebut juga diramaikan sejumlah influencer tanah air dan tokoh agama yang turut memberikan motivasi dan dukungan moril kepada para peserta.
Dengan suasana hangat penuh kekeluargaan, ribuan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Di balik keterbatasan fisik yang dimiliki sebagian peserta, tersimpan semangat besar untuk bangkit dan terus berkarya.
Pendiri Rumah Mans Indonesia, Abdullah Mansuri, mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan komunitas yang terus tumbuh setiap tahun. Ia menyebut pertemuan pertama hanya diikuti sekitar 100 peserta, kemudian meningkat menjadi 300 orang, lalu lebih dari 500 orang, hingga kini mencapai sekitar 1.500 peserta dari seluruh Indonesia.
“Hari ini saya bersyukur sekali karena 1.500 anak istimewa dari seluruh Indonesia hadir di Bogor untuk merayakan silaturahmi Rumah Mans yang kelima. Minimal ada 27 provinsi yang hadir,” ujar Abdullah Mansuri.
Menurutnya, silaturahmi nasional tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang penguat mental dan semangat hidup bagi para penyandang disabilitas.
“Pertemuan ini untuk menyemangati dan menguatkan mereka. Banyak yang setelah ikut kegiatan seperti ini menjadi lebih percaya diri, mampu bangkit dari keterpurukan, bahkan berhasil mandiri,” katanya.
Rumah Mans Indonesia juga terus mendorong pengembangan bakat dan kreativitas para peserta. Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah produk rajutan hasil tangan anak-anak disabilitas yang kini mulai mendapat pesanan dari luar negeri, termasuk Korea.
“Rajutan dari anak-anak istimewa ini sudah ada yang dipesan dari Korea dan beberapa negara lain. Karyanya luar biasa dan kami ingin terus membantu pemasarannya,” tambah Abdullah.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, pihaknya juga memanfaatkan platform digital seperti TikTok agar karya-karya penyandang disabilitas dapat dikenal luas dan memiliki nilai ekonomi.
Silaturahmi Nasional Rumah Mans Indonesia 2026 menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak pernah mampu membatasi mimpi. Dari Bogor, ribuan penyandang disabilitas membawa pulang semangat baru bahwa mereka mampu berdiri, berkarya, dan menginspirasi banyak orang. (Fik,tim)













