Apresiasi di Balik Seragam: Polres Probolinggo Ganjar Anggota Berprestasi dan Desa Tangguh Satkamling

PROBOLINGGO,  Jawara Post – Pagi itu, halaman Mapolres Probolinggo tak sekadar menjadi tempat barisan rapi para anggota berseragam. Ia menjelma ruang penghargaan—tempat dedikasi, loyalitas, dan kerja sunyi akhirnya mendapat panggung, Senin (4/5/2026).

Di bawah komando Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, upacara penghargaan digelar dengan khidmat. Wakapolres Kompol Yanuar Rizal Ardianto, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, hingga ASN Polri turut menjadi saksi momen penuh makna tersebut.

Puluhan anggota Polri maju satu per satu. Bukan sekadar menerima piagam, mereka membawa cerita tentang tugas yang dijalankan tanpa sorot kamera—tentang malam panjang, risiko di lapangan, dan komitmen menjaga keamanan masyarakat.

Tak hanya itu, panggung apresiasi juga diberikan kepada desa-desa yang membuktikan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan kerja bersama.

Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, tampil sebagai Juara Terfavorit lewat Satkamling “Pondok Kelor Hebat”. Sebuah simbol bahwa kewaspadaan bisa tumbuh dari kebersamaan.

Di posisi unggulan, Desa Gading Wetan dengan “Pos Kamling Jurang Penatas” meraih juara pertama, disusul Desa Kedung Dalem dengan “Karangdalem”, dan Desa Kedung Rejoso melalui “Pos 3”.

Sementara itu, kategori khusus menjadi panggung inovasi. Dari Desa Tambelang yang berhasil menggagalkan pencurian hewan, hingga desa-desa seperti Jorongan, Sumberbulu, Bucor Kulon, dan Sumber Kerang yang menghadirkan kreativitas dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dalam amanatnya, AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar formalitas.

“Ini bukan hanya seremoni. Ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras dan loyalitas. Saya ingin ini menjadi penyemangat bagi seluruh anggota untuk terus memberikan yang terbaik,” ujarnya tegas.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa seragam yang dikenakan bukan hanya simbol kewenangan, tetapi juga tanggung jawab moral.

“Kepercayaan masyarakat adalah segalanya. Jaga integritas, junjung etika, dan kedepankan sikap humanis dalam setiap langkah,” pesannya.

Kapolres juga menaruh harapan besar pada masyarakat. Baginya, Satkamling adalah denyut awal dari keamanan yang lahir dari kesadaran bersama.

“Keamanan tidak bisa berdiri sendiri. Ia tumbuh dari partisipasi masyarakat. Satkamling adalah bukti bahwa desa bisa menjadi benteng pertama menjaga ketertiban,” tambahnya.

Upacara pun ditutup dengan suasana hangat—bukan sekadar formalitas institusi, tetapi cermin soliditas antara Polri dan masyarakat.

Di balik barisan itu, tersimpan satu pesan sederhana: keamanan bukan hanya dijaga, tapi dirawat bersama. (Fik)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *