Disini Kuberpijak di BUMI MERDEKA

JAWA TIMUR : AKBP Awan Hariono Mendapat Penghormatan Dari PSHT

SITUBONDO, Jawara PostAKBP Awan Hariono, Kapolres Situbondo, Polda Jawa Timur, menerima penghormatan dari PSHT. Penyerahan baju kebesaran PSHT oleh Tulus Prijajmaji merupakan simbol kalau Kapolres juga sah sebagai warga PSHT. Selain penghormatan itu, warga PSHT juga berjanji untuk ikut membantu dan menjaga Kantibmas didaerah masing masing.

Usai menerima baju kebesaran PSHT, Kapolres menghimbau agar semua elemen masyarakat khusunya PSHT, ikut serta menjaga kebersamaan dan tetap kokoh dalam Bhineka Tunggal Ika, serta Pancasila sebagai dasar Negara. “Kita harus ingat bahwa kejadian Papua jangan sampai terulang kembali, karena itu bermula dari peristiwa di Jawa Timur,” katanya.

Kapolres juga mengharapakan warga baru PSHT khususnya yang dikota Santri, terus membangun kebersamaan demi Situbondo lebih baik. “Saya sangat berterima kasih atas penghormatan ini. Mari kita bangun sinergitas, jadilah contoh yang baik bagi masyarakat disekitarnya,” kata AKBP Awan Hariono, mengenakan baju PSHT.

Sementara, menurut Tulus Prijajmaji selaku pimpinan PSHT cabang Situbondo, pihaknya optimis bahwa belajar dari apa yang dialaminya, persaudaran PSHT dengan kepolisian akan berbuah manis. Contohnya, dua tahun yang lalu AKBP Sigit, juga menerima penghormatan dari PSHT, setelah sempat menjadi Kapolres Mojokerto, kini menjadi Sekpri Kapolri.

“Kami atas nama warga PSHT sangat berterima kasih telah difasilitasi dengan disediakannya aula untuk acara pengesahan warga tingkat 1, tahun 2019. Mungkin ini satu satunya pengesahan yang digelar dilingkungan Polres, se Jawa Timur. Jangan khawatir pak kapolres, PSHT ada dimana mana, kami tetap bersaudara,” ucapnya.

Dalam uangkapannya, ketua cabang juga mengingatkan dan sekaligus menghimbau agar warga PSHT patuh pada aturan yang ada. Jangan salahgunakan kepercayaan pihak kepolisian, jadilah contoh bagi masyarakat bahwa warga PSHT taat aturan. “Patuhi peraturan yang ada, serta ikut membantu terciptanya situasi Kantibmas, aman dan kondusip,” pungkasnya.

Disisi lain, seorang warga baru yang pada kala itu proses pengesahan menuturkan bahwa sangat bangga dengan Kapolres Awan Hariono. Ia tidak menyangka bahwa dalam pengesahan tersebut akan dihadiri oleh kapolres. “Sebagai generasi bangsa, sebagai warga baru PSHT, kami akan ingat selalu pesan bapak kapolres,” kata Cahya Alviani, warga baru asal Besuki.

Sekadar diketahui, pada tahun 1948, atas prakarsa Soetomo Mangku Negoro, Darsono, serta saudara seperguruan lainnya diadakan konferensi di Pilangbangau (di rumah Alm Ki Hadjar Hardjo Oetomo). Dari konferensi itu lahirlah ide-ide yang cukup bagus, yakni SH Terate yang semenjak berdirinya berstatus “Perguruan Pencak Silat” dirubah menjadi organisasi “Persaudaraan Setia Hati Terate”. Selanjutnya Soetomo Mangkudjajo diangkat menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua.
Tahun 1950, karena Soetomo Mangkudjojo pindah ke Surabaya, maka ketuanya diambil alih oleh Irsad. Pada tahun ini pula Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah seorang tokoh pendiri PSHT, mendapatkan pengakuan dari pemerintah Pusat dan ditetapkan sebagai “Pahlawan Perintis Kemerdekaan” atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan menentang penjajah Belanda.
Sejarah Ketua PSHT
  1. Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.
  2. Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.
  3. Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Badini.
  4. Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Tarmadji Boedi Harsono.
  5. Tahun 1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia dan PSHT dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai 2015

Din/red/Jp



Menyingkap Tabir Menguak Fakta