PT JAWARA POS GRUP

Gempar….Nakes Suboh Ditemukan Tak Bernyawa

SITUBONDO, JP. Com — Ketenangan warga Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendadak gempar, Kamis (13/01/2022). Bagaimana mungkin, seorang tenaga kesehatan (nakes) Ponkesdes Ketahuan, ditemukan sudah tidak bernyawa ditempat tidur. Dugaan kuat, korban dihabisi suaminya sendiri sekitar tengah malam kamis.

Hanisah, A. Md. Keb, salah satu nakes dijajaran Dinkes Situbondo yang bertugas menjadi bidan desa Ketah, dikenal banyak warga adalah nakes yang baik hati.

Perempuan asal Desa Sumberejo, Kecamatan Besuki ini, nikah dengan pria bernama Agus HP asal Desa Wonokusumo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.

Korban, Bidan Hanisah, Almarhumah yang dibunuh suaminya sendiri. (Gus)

“Semalam, saya piket di balai desa bersama seorang rekan dan lagi nyangkruk di balai desa 20 meter dari rumah dinas (rumdin) korban. Tidak ada tanda – tanda kejadian, malah sekitar jam 01.00 WIB malam (sekitar pukul 00.30), mas Agus (suami korban) pamit keluar dan menitipkan anaknya pada kami. Kami tak menaruh curiga saat itu, ” kata Akmal, petugas keamanan desa Ketah.

Peristiwa maut ini terkuak setelah pagi hari, serta langsung menarik perhatian publik. Tak Pelak, warga mendadak gempar begitu ada kabar Bidan Hanisah sang bidan desa mati dibunuh.

“Awal korban didapati tak bernyawa oleh salah seorang pasien yang hendak berobat, ” kata warga setempat.

Saat itu juga pelaku yang tak lain suaminya, menyerahkan diri ke Mapolsek Besuki, bukan ke Mapolsek Suboh, lantaran diduga kuat si pelaku sedang panik alias kebingungan.

“Sekitar pukul 05.30 Wib, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Besuki, serta menceritakan sekilas apa yang telah dilakukannya semalam. Seketika itu pula, kepolisian dari seluruh unit langsung ke TKP, mayat korban dievakuasi ke RS Abdoerahem Situbondo, untuk kepentingan autopsi, ” kata Kanit Buser wilbar, Bripka Suryono.

Rumah dinas (ponkesdes) tempat korban dibunuh.

Sementara, pelaku yang mengamankan diri di Mapolsek Besuki, langsung dibawa ke Mapolres, guna menjalani proses penyidikan secara intensip. “Keterangan sementara, pelaku nekad berbuat begitu, lantaran kesal dan sakit hati. Kabarnya korban punya PIL dan kerap mengusir pelaku, ” lanjut Suryono.

Pantauan dilapangan, setelah sejumlah unit kepolisian menggelar olah TKP, korban dibawa ke RS Abdoerahem menggunakan mobil ambulanc.

Serentak, riuh harus warga yang berkerumun dan ada diantaranya meneteskan air mata. Menyusul, tim Inafis Polres Situ bondo, mengamankan sejumlah barang bukti (BB).

Disisi lain, Iptu Subaidi, Kapolsek Suboh, Polres Situbondo, Polda Jawa Timur, usai dari TKP, menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah hukumnya agar semampu mungkin menahan emosi, agar supaya tidak terjadi petaka dan sampai berujung menghilangkan nyawa orang lain.

“Kontrol emosi, selesaikan masalah dengan kepala dingin, ” himbaunya.

Terahir, kondisi di sekitaran rumdin Bidan Hanisa (ponkesdes) Desa Ketah, Kecamatan Suboh, berangsur angsur sepi. Nampak sejumlah aparat di balai desa mengevaluasi segala kemungkinan yang ada.

Ponkesdes juga telah dipasang garis polisi (police line). Belum ada pembwritahuan, kapan jenazah korban akan dikebumikan.

GusAang



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *