Jalan Ambrol, Ratusan KK Terancam Terisolir

JATIBANTENG, Jawara Post — Akses jalan keluar masuk satu satunya warga Dusun Poloh Desa Patemon dan Dusun Lendut Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hampir teeputus karena ambrol diterjang banjir beberapa waktu lalu. Diperkirakan jika terjadi banjir susulan dengan volume yang sama, akses jalan terputus total.

BACA : KH Muhammadun, Wali Yang Terkenal Zuhud

Seperti yang disampaikan oleh Pak Hol Umar (55) warga, berharap agar DPU PP segera menindak lanjuti kondisi jalan tersebut. “Saat ini masih bisa dilintasi roda dua, sedang roda 4 sangat beresiko. Mengingat, ruas jalan tersisa 1 meter lebih. Pengendara motor jika hendak bersalipan juga harus hati hati, ” ucapnya.

BACA : Ada 3 Kyai Kharismatik Salah Satunya Asal Situbondo

Senada, Habib (50) warga Poloh mengatakan bahwa ambrolnya ruas jalan itu akibat terjangan banjir yang nyaris meluap kepemjkiman warga Desa Wringinanom Jatibanteng. Baju jalan yang sebelumnya cukup lebar, ambrol digerus air banjir hingga meluas ke ruas jalan sisi utara. Ketinggian dari dasar sungai dengan permukaan jalan aspal sekitar 2 meter lebih.

BACA : KEWALIAN MBAH MAEMUN ZUBAIR DITANDAI SEJAK REMAJA

“Kami berharap pemerintah kabupaten segera menanggulangi kondisi tersebut. Jika jalan aspal itu ambrol keseluruhan, maka ratusan KK di dua Dusun dengan desa berbeda, terisolir. Itu merupakan jalan satu satunya bagi kami, ” timpalnya.

Pantauan di lapangan, ruas jalan Desa Wringinanom menuju dua Dusun, ambrol sepanjang 5 meter lebih. Permukaan aspal yang tersisa juga retak dan rawan ambrol akibat tergerus air sungai. Sementara, curah hujan dikawasan sekitar lumayan tinggi.

Baca juga : Habib Abu Bakar Assegaf Gresik Ternyata Asal Besuki

Kondisi itu akibat luapan “Sungai Maling” yang menurut cerita rakyat sepanjang sejarah belum pernah meluap. Baru pada Januari 2026 kemarin, banjir nyaris meluber kepemukiman warga Desa Wringinanom.

“Kami telah sampaikan ke Forkopimka yang hatinya juga dilaporkan ke Forkopimda. Itu benar, akses keluar masuk satu satunya warga dua Dusun, sedang lokasi masuk wilayah desa kami, ” jelas Sahrudin, Kades Wringinanom, Jatibanteng. (Gus)



Menyingkap Tabir Menguak Fakta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *